Janda Perintis Kemerdekaan Tak Diperhatikan Pemkab

0
305

CIANJUR, patas.id – Organisasi Perintis Kemerdekaan di Kabupaten Cianjur akan hilang dalam waktu dekat. Bahkan dari ratusan perintis kemerdekaan yang terdaftar pada awal pembentukan, kini hanya tersisa delapan orang. Parahnya lagi, nasib mereka kini tak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Nenden Solihat, Ketua Perintis Kemerdekaan yang merupakan janda dari Sucipto (perintis kemerdekaan), mengatakan, di awal pembentukan pada 1957 silam, anggota perintis kemerdekaan di kabupaten Cianjur mencapai 250 orang. Namun seiring berjalannya waktu, kini anggotanya tersisa delapan orang, itupun sebatas janda-janda dari para perintis.

“Patokannya kan umur, sekarang sudah ada yang umurnya 80 sampai 90 tahun. Jadi wajar kalau semakin sedikit, setiap tahunnya juga ada saja anggota perintis kemerdekaan yang meninggal dunia,” paparnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (24 November 2015).

Menurut Nenden, semula Kantor Perintis Kemerdekaan berada di Jalan Pangeran Hidayatullah (seberang Kantor Kesbangpol). Namun bangunan tersebut kemudian beralih tangan kepada cucu dari anggota perintis kemerdekaan dan kini sudah dijual. Akibatnya, kantor dialihkan ke rumahnya di Jalan Prof Moch Yamin Gang Lauk Emas Nomor 475 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur.

“Ada enam tahun pindah ke sini. Di sana juga ngontrak ke salah seorang anggota, dibayar pakai uang iuran anggota. Begitu meninggal dunia jadi hak milik anak dan cucunya. Sebelum pindah sempat diberi waktu empat tahun di sana, tapi setelah itu dijual dan terpaksa saya pindahkan kantor ke rumah saya,” kisahnya.

Di rumah merangkap kantor tersebut, berbagai kegiatan pertemuan atau diskusi Perintis Kemerdekaan dilakukan. Memang tak rutin, namun diupayakan rutin dilakukan setiap tahun agar menjalin komunikasi yang baik antaranggota perintis. “Biasanya kalau ada permintaan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat atau Kemensos baru kumpul. Ada juga yang tidak bisa hadir karena kondisinya sudah parah sampai tak bisa bangun, tapi diwakilkan ke anaknya.”

Daftar nama anggota Perintis Kemerdekaan Cianjur. Anggota yang dilingkari adalah yang baru-baru ini meninggal dunia.
Daftar nama anggota Perintis Kemerdekaan Cianjur. Anggota yang dilingkari adalah yang baru-baru ini meninggal dunia.

Nenden mengaku setiap bulan mendapatkan tunjangan senilai Rp 1,7 juta, sesuai dengan nominal yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37/2015 tentang Perubahan Ketigabelas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14/1985 tentang Pemberian Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan.

Dalam perubahan tersebut dijelaskan pada Pasal 1 kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan diberikan Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan sebesar Rp 2.303.000(dua juta tiga ratus tiga ribu rupiah) setiap bulan. Sementara itu dalam pasal 3 dicantumkan apabila Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan meninggal dunia, kepada janda/dudanya yang sah diberikan penghargaan/tunjangan sebesar Rp 1.715.000,00 (satu juta tujuh ratus lima belas ribu rupiah) setiap bulan.

“Jumlahnya sesuai, ada yang masuk ke rekening bank ada juga yang melalui kantor pos. Itu harus langsung dibawa oleh jandanya, kalau tidak bisa dikuasakan tap harus ditanda tangan dan dicap. Satu surat kuasa berlaku untuk satu kali pengambilan.”

Selain dari Kemensos, para janda tersebut juga mendapatkan santunan atau uang kadeudeuh dari Pemprov Jabar senilai Rp 1 juta per tahun dan uang kesehatan Rp 2 juta per tahun. Sayangnya dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, saat ini tidak ada lagi perhatian khusus.

“Kalau pada zaman bupati sebelum Tjetjep Muchtar Soleh terkadang ada meski tak besar. Tapi sekarang mah sudah tidak ada lagi. Bukan kami berharap, tapi inginnya sedikit diperhatikan.”

perang-kemerdekaan-indonesiaDi samping itu, menurutnya, para anggota perintis kemerdekaan tidak lagi diundang dalam kegiatan upacara 17 Agustus (hari kemerdekaan) atau 10 November (hari pahlawan). Padahal, beberapa tahun lalu, mereka rutin diundang untuk datang sebagai penghargaan atas perjuangannya di masa perintis kemerdekaan (sebelum 1945).

“Sudah lima tahun tidak lagi diundang, sebelumnya pasti ada surat undangan. Kami juga sudah beritahukan di mana kantor yang baru ke Pemerintah Kabupaten Cianjur. Kami hanya mengharapkan ada penghargaan dan perhatian, terlebih dari pemerintah daerah sendiri, Pemkab Cianjur.”

Sementara itu, Kepala Dinas sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Sumitra, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terleih dahulu dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cianjur mengenai perintis kemerdekaan.

“Selain di Dinsosnakertrans, itu juga kewenangannya ada di Kesbangpol. Kami akan koordinsi dulu, yang jelas pasti ada perhatian dari pemerintah,” kata dia. (isl)

Comments

comments