Ceramah Tentang Ibu, Dedi Mulyadi Bikin Jemaah Termehek-mehek

0
295

CIWIDEY, patas.id – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi didapuk menjadi penceramah dalam acara Peringatan Isro Mi’raj atau dalam tradisi Sunda dikenal sebagai Rajaban di Mesjid Agung Ciwidey, Kabupaten Bandung Jawa Barat, Selasa (18 April 2017).

Tema tentang Ibu menjadi bahasan dominan yang Dedi sampaikan dalam ceramah di hadapan jamaah yang jumlahnya tak kurang dari lima ribu tersebut. Ia menceritakan pengalaman hidup Ibunya dalam mendidik dan membesarkannya. “Tanpa gelar sarjana, tanpa kuliah, tanpa bersekolah, Ibu saya mendidik saya dan delapan saudara saya yang lain hingga semuanya meraih gelar sarjana. Itulah sejatinya kecerdasan seorang Ibu,” tutur Dedi.

Dalam kehidupan, tambah Dedi, seringkali kebodohan terjustifikasi kepada orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Padahal menurutnya, orang yang tanpa pendidikan tetapi mampu mendidik anak-anak dengan baik adalah orang cerdas yang sebenarnya.

“Orang tua dulu punya anak-anak yang bisa bersikap sopan. Artinya, mereka berhasil mengajarkan tatakrama kepada anak-anaknya. Ibu kita dulu pakai rasa, pakai hati sehingga dekat dengan Allah SWT. Lihat bagaimana anak-anak kita sekarang? Masya Allah…”

Suasana haru pun menyeruak karena kelirihan penyampaian materi ceramah yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi. Nenah (47 tahun) merupakan salah satu jemaah yang terlihat terisak saat mendengarkan ceramah tersebut. Saat dimintai keterangan usai acara, Nenah mengatakan bahwa ceramah Bupati Purwakarta tersebut membuatnya teringat pada almarhumah Ibunya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

“Gak kuat nahan air mata, saya jadi ingat Ibu saya, dulu Ibu saya harus berjuang membesarkan saya dan kedua adik saya.”

Ingatan Nenah pun kembali mengingat kisah Ibunya yang terpaksa harus menjadi buruh tani dalam rangka menjadi tulang punggung keluarga. “Tadi itu sama persis dengan Kang Dedi, Ibu saya juga buruh tani, karena itulah saya jadi nangis,” pungkasnya. (rud)

Comments

comments