‎Festival Ternak Unggul, Ikon Baru Wisata Akhir Pekan Purwakarta

0
273

PURWAKARTA, patas.id – Purwakarta semakin mentahbiskan diri sebagai salah satu referensi tujuan wisata di akhir pekan. Selain Taman Air Mancur Sri Baduga yang peresmian tahap ketiganya akan dilaksanakan pada Sabtu (18 Februari 2017) mendatang, kabupaten yang menjadikan falsafah kesundaan sebagai soko guru pembangunan ini pun memiliki event khusus yang bisa dinikmati pada akhir pekan yaitu Festival Ternak Unggul.

Festival ini pertama kali digelar pada Sabtu (21 Januari 2017) kemarin di Stadion Ketangkasan Hewan Ternak ‘Kidang Pananjung’ Kampung Cikubang Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes Purwakarta dengan menghadirkan ternak sapi dan domba yang siap berkompetisi adu cantik maupun adu tangkas.

Para pesertanya pun tidak hanya berasal dari Purwakarta, melainkan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Salah seorang peserta, Rizal (35 tahun), adalah peternak asal Kabupaten Bandung Barat yang hadir dengan membawa serta keluarganya. Ia berujar salah satu bagian dari festival yakni adu tangkas, merupakan kebudayaan leluhur Sunda yang harus dilestarikan.

“Ini pilihan wisata ya, kalau diadakan sebulan sekali atau seminggu sekali sangat bagus, yang penting akhir pekan agar banyak peserta dan pengunjung yang datang. Ketangkasan hewan ternak itu warisan leluhur yang harus dilestarikan, saya kira bagus, ya?”

Sesi ketangkasan hewan ternak memang menjadi primadona bagi pengunjung dalam festival ini. Sejak pagi mereka diketahui sudah memenuhi tribun Stadion Kidang Pananjung untuk menyaksikan ketangkasan hewan ternak domba. Selain itu, metode Inseminasi Buatan atau kawin silang pun diajarkan kepada para pengunjung terutama pelajar dalam acara ini.

Manfaat dari pembelajaran metode Inseminasi Buatan ini dirasakan oleh Yanti (20 tahun). Mahasiswi Fakultas Peternakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat ini mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang dapat dijadikan bahan diskusi dalam perkuliahan yang ia jalani di kampusnya.

“Ini gabungan dari wisata dan pendidikan, saya kira layak disebut eduwisata, unsur hiburannya ada, unsur pendidikannya juga banyak.”

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahawa dalam waktu dekat, fasilitas di Stadion Kidang Pananjung ini akan ditambah mengingat besarnya animo masyarakat untuk mengikuti festival. Pria yang kerap disapa Kang Dedi itu berujar, sarana parkir, toilet, penginapan peternak yang menjadi peserta bahkan penginapan untuk hewan mereka pun akan disiapkan.

“Akses internet juga akan kita bangun, kalau dihitung seluruhnya untuk bisa mencapai fasilitas yang memadai kita butuh Rp10 Miliar lengkap dengan arena ketangkasan balap sapi ala Purwakarta.”

Sementara itu dalam acara yang sama, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian, Surachman, mengapresiasi program pendidikan peternakan di Purwakarta yang selama ini telah berlangsung. Program yang telah berlangsung selama beberapa tahun ke belakang ini bahkan telah melahirkan bibit ternak domba bernama Garwa atau Garut Wanayasa sebagai hasil dari inseminasi buatan atau kawin silang dari domba asal Garut dan Wanayasa Purwakarta.

Surachman yang hadir mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga sempat berujar bahwa program yang telah dilaksanakan di Purwakarta ini akan dia teliti lebih lanjut untuk dijadikan ‘pilot project’ program peternakan tingkat nasional. (spo)

Comments

comments