Petualangan Curug Goong, Pesona Alam Nan Perawan

0
298

CIANJUR, patas.id – Di balik gemuruh industri di kawasan Gekbrong, tersimpan pesona keindahan alam yang tak ada duanya. Curug Goong, begitulah warga menyebutnya. Disebut Curug Goong karena konon curug tersebut sering mengeluarkan suara serupa goong (salah satu instrumen musik pukul), pada malam-malam tertentu.

Namun untuk menyesap keindahan alam tersebut perlu perjuangan yang cukup lumayan. Curug Goong terletak di Kampung Tabrig Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong. Sebenarnya, jarak lokasi Curug Goong dari Jalan Raya Sukabumi –tepatnya dari kantor Desa Gekbrong, hanya 3 kilometer dan memakan waktu 15 menit. Kondisi jalan mulus pada 1,5 kilometer pertama, namun selanjutnya jalan berbatu akan menyambut wisatawan yang datang.

Dari kampung Tabrig, wisatawan harus menyimpan kendaraannya, sebab jalan menuju curug berupa jalan setapak dengan lebar kurang dari satu meter yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Selama perjalanan sepanjang kurang lebih 500 meter, pemandangan kebun dan hamparan rumput di perkemahan serta Gunung Gede Pangrango tampak begitu dekat dan indah dipandang. Curug Goong memang terletak di kaki gunung Gede.

Meskipun jaraknya hanya sekitar 500 meter, namun curamnya jalan setapak membuat perjalanan menuju curug memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 30 menit. Tebing curam dengan kemiringan lebih 45 derajat menanti untuk dilewati, tumbuhan rambat menjadi satu-satunya pegangan bagi mereka yang bernyali agar bisa turun menikmati curug. Tak jarang, wisatawan terpeleset apalagi saat musim hujan.

Uden Suherlan (36 tahun), salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa jalur curam tersebut merupakan salah satu akses menuju Curug Goong.

“Memang tidak ada jalan lain, hanya ini. Jalan ini juga dibuat oleh anak-anak yang memang nekad datang ke curug hingga akhirnya jadi jalur. Ada satu jalur lagi lewat sungai, tapi cukup jauh.”

curug-goong2
Perjalanan menuruni Curug Goong, butuh nyali.

Kehati-hatian menjadi keharusan saat menuruni jalur curam. Wisatawan harus berhati-hati mencari pegangan sebab selain tanaman rambat yang aman dijadikan tumpuan, di jalur berbahaya tersebut terdapat tanaman berduri yang bisa menusuk kulit. Ada juga beberapa jenis tanaman pun menyebabkan rasa terbakar selama berhari-hari jika tersentuh. Benar-benar sebuah tantangan dan petualangan seru.

Namun, setelah sekian lama menuruni jalur terjal, pemandangan indah dari Curug Goong akan membuat rasa lelah hilang seketika, terbayar lunas. Kondisi alam yang masih perawan serta dinginnya angin yang ditimbulkan dari cipratan air terjun akan membuat siapapun terpesona.

“Di sini masih asli alamnya, belum banyak dirusak oleh wisatawan jahil. Makanya masih indah dan segar. Baru banyak didatangi juga setahun belakangam, meski sejak 1977 banyak warga sering datang ke sini.”

Jika pembaca patas.id butuh destinasi wisata baru yang masih terjamin keasriannya, Curug Goong bisa menjadi destinasi wisata alam yang asyik. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam sebab tak ada biaya retribusi untuk datang ke curug yang berada di kawasan Taman nasional Gunung Gede Pangrango ini. (isl)

Comments

comments