Genjot Partisipasi Pemilih, KPU Gelar Jalan Santai

0
189

CIANJUR, patas.id – ‎Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menargetkan partisipasi pemilih di Cianjur dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, bisa meningkat. Pasalnya, tingkat partisipasi pemilih di Cianjur dinilai masih rendah.

Berdasarkan data yang diperoleh, partisipasi pemilih pada penyelenggaraan Pilbub 2015 di Cianjur hanya di angka 60 persen, sementara jumlah pemilih tetap sebanyak 1.752.044‎ orang. 

‎Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shopia Wardhani, mengatakan, salah satu upaya peningkatan partisipasi dengan melakukan sosialisasi, mulai dari turun langsung ke lapangan, hingga melibatkan berbagai pihak untuk menyadarkan pentingnya terlibat dalam pesta demokrasi.

Oleh karena itu, KPU secara serentak di berbagai kota/kabupaten menggelar jalan santai sekaligus menyosialisasikan gerakan partisipasi pemilih, Minggu (29 Oktober 2017). Apalagi 2018 akan menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 2019.

Ratusan peserta dari partai politik, organisasi masyarakat, dan warga mengikuti jalan santai dan sosialisasi pemilihan umum tersebut.

“Pasti kami terus berupaya menyosialisasikannya, salah satunya dengan jalan santai ini. Tapi peran media dan kelompok masyarakat lainnya juga penting untuk mengenjot partisipasi pemilih,” tuturnya di sela kegiatan di Taman Prawatasari, Minggu (29 Oktober 2017).

Dia menambahkan, yang menjadi perhatian adalah pemilih pemula. Oleh karena itu, sosialisasi ke sekolah dan pondok pesantren perlu dilakukan, dengan begitu pemilih‎ pemula yang memasuki usia pemilih bisa ikut partisipasi.

“Pemilih pemula biasanya masih kebingungan untuk memilih, apalagi jika saat pelaksanaan telah cukup usia. Makanya kami akan sosialisasi ke sekolah, termasuk ke pondok pesantren,” ucapnya.

Di sisi lain, KPU Kabupaten Cianjur juga tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur. Hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah pemilih tetap saat pelaksanaan Pilgub Jabar, tahun depan.

“Sekarang sedang digenjot perekaman e-KTP‎, sebab mereka yang mendapatkan hak suara adalah yang sudah memiliki KTP elektronik atau surat keterangan dari Disdukcapil,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, koordinasi itu dilakukan untuk menyaring penduduk yang sudah meninggal namun masih terdata sebagai pemilih. “Makanya, koordinasi terakhir, Disdukcapil memberi reward bagi yang mengurus akta kematian,” tuturnya.

Dia optimistis, dalam pelaksanan Pilgub Jabar, partisipasi pemilih di Kabupaten Cianjur bisa tinggi dan melebihi sebelumnya. “Kami di sini pelaksana dan kepanjangan tangan dari KPU Jabar. Pasti kami juga akan lakukan yang terbaik, terutama terkait partisipasi pemilih,” tuturnya. (isl)

Comments

comments