Cianjur Masuk ke dalam 6 KSPN Jabar

0
216

CIANJUR, patas.id – Cianjur termasuk ke dalam 6 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Sekertaris Daerah Provisnsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Kemenpar memberikan kesempatan pada Pemprov Jabar untuk berkontribusi dalam penyusunan masterplan KPSN. Menurutnya dari 88 KPSN yang tengah disusun Pusat, Jabar mendapat jatah 6 KPSN.

Selain Cianjur, kabupaten/kota di Jabar yang dianalisis sebagai KSPN oleh pusat adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran akan dianalisis terkait proyeksi KPSN.

“Alhamdulilah, kami mengapresiasi Pusat.”

Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun sembilan kawasan strategis pariwisata provinsi dalam rencana pembangunan, yaitu Kawasan Ekowisata Puncak dan sekitarnya, Kawasan Geowisata Palabuhan Ratu, Ciletuh, Ujung Genteng dan sekitarnya, Kawasan Cagar Budaya Sukabumi, Kawasan Industri Bekasi Karawang, Kawasan Sejarah di Cirebon, Kawasan Pariwisata Kreatif Bandung, Kawasan Pariwisata Alam Bandung Selatan dan Garut, Kawasan Budaya Priangan dan Alam Bahari di Priangan, serta Kawasan Ekowisata Pantai Apra Cipatujah dan sekitarnya.

Iwa memaparkan penetapan kawasan pariwisata tersebut dengan tujuan untuk mencapai sasaran pembangunan kepariwisataan tahun 2025 dengan indikasi kontribusi pertumbuhan ekonomi 15%, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 4,5 juta, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sebesar 70 juta atau 27%, peningkatan lama tinggal wisatawan mancanegara mencapai 7 hari dan wisatawan nusantara 5 hari.

“Di tahun 2016 ini kami baru difasilitasi lima KSPN, sehingga masih ada satu yang masih tersusun yaitu KSPN Halimun dan sekitarnya. Oleh karena itu diharapkan pada tahun 2017 dapat memberikan dukungan untuk memperoleh masterplan KSPN.”

Lebih lanjut Iwa mengatakan bahwa kepariwisataan dianggap sebagai lokomotif ekonomi maka sebaiknya program-program sektoral dapat mendukung peningkatan kondisi baik fisik atau sosial di perwilayahan destinasi yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pengembangannya pun harus berwawasan lingkungan. “Setidaknya perlu berhati-hati dalam pengembangannnya untuk menjaga kestabilan kondisi alam dan lingkungan,” pesannya. (cho)

Comments

comments