Mendirikan Pabrik, Investor Sewa Lahan, Bukan Membeli

0
122
SAMSUNG DIGITAL CAMERA

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengatakan, dalam perencanaan ke depan, industri yang berdiri di Cianjur hanya berada di tiga kecamatan, mulai dari Sukaluyu, Mande, dan Cikalongkulon. Di ketiga wilayah tersebut, pihak penanam modal tidak memiliki sendiri lahannya melainkan menyewa kepada pemerintah.

“Dengan begitu lahannya bisa dibatasi, dan perusahaan berada di bawah kendali pemerintah, bukan sebaliknya. Jika tak bisa ikuti aturan maka bisa diputus kontrak sewa dan perusahaannya ditutup. Kalau sekarang kan susah, lahannya punya sendiri, dan kerugiannya setelah ditinggalkan tidak bisa dikembalikan menjadi lahan pertanian lagi,” kata dia, Jumat (2 Desember 2016) siang.

Irvan menegaskan, pemerintah bertekad untuk menata pembangunan dan mengendalikan industri meski dibutuhkan untuk membukan lapangan pekerjaan.
“Keberadaan mereka jangan merusak, tapi membantu. Itu yang kami inginkan,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa barat mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusul dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) supaya mengantisipasi alih fungi lahan yang merusak lingkungan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan, RDTR sangat penting supaya tidak ada silang pendapat tidak jelas untuk penggunaan lahan, sebab dengan adanya RDTR setiap lahan sudah ditentukan peruntukannya.

“Kalau sudah ada RDTR nanti kelihatan mana untuk perumahan, mana untuk lahan, mana untuk industri dan lainnya. Tidak ada alihfungsi yang seenaknya apalagi indsutri yang merusak lingkungan,” kata dia.(isl)

Comments

comments