Cianjur Selatan Dikepung Longsor

0
311
Jpeg

CIANJUR, patas.id – Longsor kembali merusak pemukiman warga, Rabu (23 November 2016) malam. Kali ini lokasi longsor terjadi di Kampung Cimapag Desa Cidadap Kecamatan Campaka. Longsoran tanah terjadi akibat hujan deras.

Sebelumnya longsor terjadi di Kampung Cibingbin Desa Cibadak Kecamatan Cibeber, para Rabu (23 November 2016) sore. Tiga orang siswi yang tengah berteduh pun terpaksa dirawat intensif lantaran tertimpa material longsoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya baru menerima laporana adanya rumah warga yang tertimpa longsoran di Desa Cidadap Kecamatan Campaka pada Kamis (24/11) pagi.

“Camatnya yang langsung laporan kepada kami. Tapi kami masih lakukan assesmen, dan tim sudah ke sana. Untuk laporan awal ada satu rumah yang rusak tertimpa longsoran,” kata dia.

Asep mengungkapkan, bencana longsor tersebut menambah catatan panjang peristiwa bencana di pekan keempat November ini. Pasalnya sejak Senin (21 November 2016) terjadi bencana banjir bandang, disusul hari selanjutnya bencana longsor yang menutup jalan utama Cidaun-Tanggeung.

“Pekan ini memang tercatat ada lebih dari lima titik bencana, semuanya berada di Cianjur selatan. Dampaknya kerusakan rumah, rusaknya puluhan hektar sawah, dan korban luka,” kata dia.

Menurutnya, BPBD saat ini mendapatkan beberapa informasi terkait adanya pergerakan tanah yang dikhawatirkan menjadi longsor. Di antaranya di Kecamatan Sindangbarang dan Desa Cibadak Kecamatan Cibeber.

“Kalau laporan resmi belum ada, sebatas informasi dari warga. Tapi akan kami tindaklanjuti,” kata dia.

Rencananya, BPBD Cianjur akan mendatangkan Badan Geologi ke Cianjur untuk memeriksa setiap retakan tanah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi bencana longsor yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Apalagi diperkirakan puncak musim hujan bakal terjadi pada Januari sampai Maret 2017.

“Kami akan periksa setiap zona retakan bersama Badan geologi. Kami lakukan antisipasi dini. Jika kembali terjadi maka dampaknya bisa diminimalisir,” tandasnya.(isl)

Comments

comments