3 Siswa Tertimbun Longsor Cibadak

0
269

CIANJUR, patas.id – Tiga siswa menjadi korban dalam longsor yang terjadi di Kampung Cibingbin RT 02/RW 02 Desa Cibadak Kecamatan Cibeber, Rabu (23 November 2016) sore. Tak ada yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, namun para korban mengalami luka berat lantaran tertimpa material longsoran dan tembok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika wilayah Cibadak diguyur hujan deras sejak pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 14.40 WIB, Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dibuat di belakang rumah milik Ece Jaenal mulai terkikis hingga akhirnya ambruk.

“Tinggi tebing yang longsor sekitar 3 meter dengan lebar 5 meter. Entah kenapa TPT-nya juga ambruk dan menimpa bangunan di bawahnya,” ujar Kepala Desa Cibadak, Herlan Hermawan, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurut Herlan, di rumah milik Ece yang juga merupakan tempat kegiatan belajar (TKB) terdapat lima orang warga yang sedang berteduh, tiga siswa SMA dan dua lainnya orangtua. Saat terdengar suara tebing yang longsor, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementera tiga lainnya tertimpa dinding rumah yang tersapu longsoran.

“Ketiganya siswa, mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Evakuasi korban sampai dua jam, beruntung nyawa mereka terselamatkan meski mengalami luka-luka.”

Herlan mengungkapkan, di Desa Cibadak sudah terjadi beberapa kali longsor dan pergerakan tanah. Namun tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah membuat longsoran dan pergerakan tanah menjadi besar dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

“Sebelum di Kampung Cibingbin juga terjadi di Kampung Pangangonan, satu rumah rusak tertimpa longsor. Selain itu ada dua kampung lainnya yakni Kampung Cilutung dan Citapen yang sudah muncul potensi pergerakan tanah, sedikitnya 100 rumah terancam (longsor).”

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan assesment ke desa tersebut begitu mendapatkan informasi terjadinya longsor. Bahkan dia juga datang ke rumah sakit untuk menjenguk salah seorang korban luka.

“Satu korban atas nama Dini Maelani (16 tahun) dibawa ke rumah sakit, dua lainnya (belum diketahui identitasnya) dirawat di puskesmas. Kami akan lakukan upaya antisipasi lainnya agar tidak ada longsor susulan dan korban jiwa,” tandasnya. (isl)

Comments

comments