Jalur Puncak II Akan Dibangun 2017

0
304

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal melakukan pembangunan Jalur Puncak II pada 2017 mendatang. Jika anggaran memadai, pembangunannya ditargetkan dapat selesai selama setahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan. Menurutnya, pembangunan jalur alternatif dari Bogor ke Cianjur itu bertujuan agar pondasinya lebih kuat dan bertahan lama. “Rencananya tahun depan sudah dimulai. Pembangunannya dibeton, tidak lagi diaspal. Hari ini kami sudah lakukan pengecekan ke sana (jalur Puncak II),” ujarnya Senin (21 November 2016).

Jalur Puncak II rencananya akan dibangun membentang dari Kecamatan Babakan Madang (Sentul) Bogor hingga Cianjur dengan panjang 58 kilometer. Lebar jalan pun bervariatif, mulai dari 10 sampai 30 meter. Menurut Atte, anggaran pembangunan jalan yang berstatus jalan Kabupaten tersebut berasal dari APBD Cianjur dan bantuan dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Angkanya belum ditetapkan, namun sudah ada perkiraan berapa yang dihabiskan. Selain murni dari APBD juga didanai dari bantuan provinsi dan pusat.”

Atte menambahkan bahwa pada sejumlah titik, terdapat longsoran yang sudah mengikis sebagian badan jalan. Namun untuk mengantisipasi adanya longsoran kembali setelah dibangun, pihaknya akan memperkuat kondisi tanah di jalur tersebut. “Kami juga sedang mengkaji untuk memperkuat konstruksi tanahnya agar tak longsor lagi, sebab nanti jalur tersebut akan dilalui oleh kendaraan yang tonasenya cukup tinggi.”

Pembangunan jalan tersebut juga merupakan keinginan dan program Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai akses alternatif bagi wisatawan. Pasalnya, jalur Puncak I sering tersendat oleh kemacetan, sehingga banyak orang yang mengurungkan niatnya berwisata ke Cianjur.

“Dengan kembalinya wisatawan ke Cianjur, maka tingkat kunjungan akan normal lagi dan tentu perekonomian juga bisa pulih.”

Atte menambahkan bahwa pembangunan jalur tersebut juga harus tersingkronkan dengan pemerintah Bogor. “Tetap harus ada integrasi dengan kabupaten lainnya. Kalau misalnya Pemkab Cianjur membangun tapi Bogor tidak ataupun sebaliknya, maka percuma. Makanya harus ada yang menyambungkan, yaitu Pemprov Jabar dan pusat,” kata dia. (isl)

Comments

comments