Korban Trafficking Amerika Diterima di Pendopo

0
212

CIANJUR, patas.id – Sandra Waworuntu dan Ima Matul Maisroh‎ tiba di Cianjur tepatnya di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (21 Oktober 2016). Mereka datang untuk berdiskusi terkait penanganan dan pencegahan trafficking di Indonesia khususnya di Kabupaten Cianjur.

Dalam sambutannya, para pendiri yayasan Mantari Amerika ini menceritakan pengalaman pedihnya ketika menjadi korban trafficking di negeri Paman Sam. Sandra, misalnya, menceritakan usahanya untuk mencoba kabur dari tempatnya disekap.

“Di sana saya jadi budak seks, tidak jarang mendapatkan kekerasan. Lantaran tidak kuat, saya mencoba kabur dengan melompat dari lantai dua. Beruntung lindungan Tuhan membuat saya tetap selamat hingga saat ini bisa menjadi aktivitas perempuan dan anak.”

Sama halnya dengan Sandra, Ima Matul juga mengalami penyiksaan setiap hari dari para majikannya. Beruntung sepucuk surat yng dia kirim kepada tetangganya diterima dan segera mendapatkan pertolongan dari kepolisian yang dihubungi tetangganya tersebut.

“Saya ditolong dan kemudian setelah dibina saya menjadi terdorong menolong warga Indonesia di Amerika yang senasib menjadi korban trafficking. Kemudian bersama Sandra kami membentuk yayasan mentari Amerika, khusus untuk penanganan trafficking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.”

Kini keduanya merupakan penasehat Presiden Obama di bidang human trafficking. Mereka pun ingin Cianjur yang telah memiliki semangat memberantas trafficking bisa lebih baik untuk menekan kasus tersebut.

img_20161021_091811Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, menyatakan bahwa pemerintah akan‎ secara konsisten mendorong semua pihak dalam menekan kasus trafficking di Kabupaten Cianjur. Irvan menuturkan, Pemkab bakal meningkatkan anggaran untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Rencananya seperti itu, anggaran akan ditambah untuk pemulangan dan penanganan trafficking,” janjinya.

Menurutnya, ‎kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terutama trafficking dapat merusak generasi Cianjur ke depan. Oleh karena itu perlu dicegah semaksimal mungkin.

“Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak harus segera diminimalisir.”

Irvan mengharapkan kerja sama dengan Yayasan Mentari Amerika, dapat menunjang rencana tersebut. Tidak hanya itu, para korban, lanjut dia, juga perlu dibina agar dapat mengubah hidupnya lebih baik lagi. “Mereka diberi keahlian supaya ke depan dapat berkontribusi dari segi ekonomi. Mereka juga mesti turut mencegah dengan menyosialisasikan kepada warga Cianjur supaya terus berhati-hati,” tuturnya. (isl)

Comments

comments