Bagaimana Jalannya Sidang Kedua Kasus Didin?

0
262

CIANJUR, patas.id – ‎Sidang kedua kasus Didin berlangsung dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan dari penasehat hukum terdakwa terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (8 Juni 2017).

‎Kuasa Hukum Didin, Karnaen, menuturkan bahwa dakwaan terhadap kliennya dinilai terlalu memberatkan, padahal beberapa dakwan dianggap tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya saat proses hukum berjalan.

“Banyak hal yang kami soroti, tapi pada intinya dakwaan ini sangat memberatkan untuk perkara yang tidak besar.”

‎Karnaen mengungkapkan bahwa tiga dakwaan terhadap Didin dalam pasal 78 atau (5) jo. Pasal 50 Ayat (3) hurup (e) Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 dan bebeberapa pasal lainnya tidak berdasar.

“Seperti halnya Didin ini merupakan warga yan sudah 17 tahun tinggal di sana dan merupakan warga sekitar, tapi tidak dimasukan dalam pengecualian di Pasal 50 Ayat 3 huruf e.”

Didin yang dituduhkan menebang pohon selama akivitas mencari cacing sondari pun belum dibuktikan selama proses hukum, berapa jumlah pohon yang ditebang dan jenis apa saja. “Itu yang jadi pertanyaan kami, tuduhan dari PPNS dari penegak hukum Lingkungan Hidup an Kehutanan belum bisa dibuktikan jumlahnya (pohon).”

Selain itu, Karnaen menyatakan jika dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap Didin menggunakan Uu 41tahun 1999 tentang kehutanan ‎terlalu dipaksakan dan berlebihan.

“Akibat ini Didin telah menghancurkan harkat dan marabat orang kecil sekelas Didin yang awam serta tidak tamat sekolah dasar, namun harus menghadapi ancaman hukuman sampai 10 tahun dan denda Rp 5 miliar.”

Sementara itu Ema Siti Huzaemah Ahmad, Jaksa Muda serta Jaksa Fungsional Kejari Cianjur yang juga JPU dalam kasus Didin, mengatakan bahwa eksepsi sudah dibacakan dan akan dijawab dalam sidang selanjutnya pada 15 juni 2017.

“Pengajuan eksepsi ini hak dari tim penasehat hukum terhadap dakwaan, kami akan tanggapi secara tertulis pada sidang selanjutnya, pekan depan,” ucapnya. (isl)

Comments

comments