Wisma Karya Bukan untuk Segelintir Orang, Tapi untuk Kepentingan Umum

0
301

CIANJUR, patas.id – Seratusan anggota MPC Pemuda Pancasila dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (8 Februari 2017). Mereka menuntut agar gugatan lahan dan gedung Wisma Karya atas nama Haryadi Atmaja untuk dicabut kembali.

Sambil membawa bendera Pemuda Pancasila, Merah Putih, serta spanduk dan karton bertuliskan pencabutan tuntutan, massa berkumpul tepat di depan halaman Pengadilan Negeri Cianjur. Secara bergantian, perwakilan Pemuda Pancasila, pengurus cabang olahraga, dan mahasiswa bergantian berorasi.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila‎ Rustam Efendi mengatakan bahwa sebagai cagar budaya dan sarana prasarana atlet tenis meja untuk berlatih, pihaknya akan mendukung dan menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Wisma Karya. “Tentunya kami sangat mendukung Wisma Karya tetap sebagai fungsinya dan tidak menjadi milik penuntut,” ujarnya di sela-sela unjuk rasa.

‎Menurutnya, selama ini Wisma Karya digunakan untuk kepentingan umum dan sarana atlet berlatih untuk berprestasi demi nama baik Cianjur.

“Wisma bukan untuk segelintir orang, tapi untuk kepentingan umum. Apalagi bukan untuk Tionghoa. Pada 2008 lalu juga keluar Putusan Kementrian Keuangan bahwa Wisma Karya merupakan aset Pemkab Cianjur.”

Rencananya, massa aksi unjuk rasa akan melanjutkan aksinya ke DPRD Kabupaten Cianjur untuk meminta dewan mendukung Wisma Karya tetap dimiliki Pemkab dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Namun, beberapa perwakilan massa tetap berada di Pengadilan Negeri untuk mengikuti proses persidangan dengan agenda pembacaan gugatan. (isl)

Comments

comments