Warga Pasir Sembung Kesulitan Air Bersih

0
306

CIANJUR, patas.id – Warga di sekitar Pasirsembung Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Pasalnya, air dari Perumdam Tirta Mukti Cianjur tidak mengalir selama beberapa hari terakhir.

Muhammad Isnaeni, salah seorang anggota dewan yang tempat tinggalnya di sekitar Pasirsembung, mengatakan bahwa sudah lebih dari empat hari air di wilayah tersebut mati. Ketika mengalir pun kondisinya keruh.

“Sudah beberapa hari tidak ada air Perumdam. Warga kesusahan cari air bersih buat masak, mandi, sampai nyuci,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar tersebut, Minggu (26 Februari 2017).

Menurut Isnaeni, untuk mandi, warga harus mencari ke tetangga di kampung atau ke saudara di desa lain. Akibatnya aktivitas warga terganggu, terutama jika ingin bekerja sering terlambat. “Saya juga Jumat (24 Februari 2017) sampai harus pakai air mineral yang satu liter untuk wudhu,” katanya.

Kondisi seperti itu, ungkap Isnaeni, sudah sering terjadi. Namun sebelum-sebelumnya, jika air tidak mengalir akibat perbaikan pipa atau kendala lainnya, selalu ada petugas yang menginformasikan serta diberi alternatif menyediakan truk pembawa air bersih.

“Sekarang mah tidak ada. Saya juga tahu ada gangguan setelah nanya ke petugas yang sedang memperbaiki jaringan. Tapi sampai sekarang tidak mengalir,” ujarnya seraya menambahkan bahwa warga sudah geram dengan kondisi tersebut. Bahkan warga berencana mendemo Perumdam.

“Saya juga sering dapat keluhan dan ditekan oleh warga. Saya harap segera ada perbaikan, jangan seperti ini terus. Kalau urusan bayar ditagih sampai kerumah, tapi pelayanan seperti ini. Bagaimana akan dapat penyertaan modal kalau pelayanan tidak kunjung baik.”

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, menjelaskan, ganguan jaringan tersebut dikarenakan adanya pipa induk yang bocor. Akibatnya perbaikan membutuhkan waktu yang lama.

“Kalau perbaikan pipa kan butuh proses. Setelah dipasang harus ada normalisasi dulu, mengeluarkan angin dan lumpur yang masuk. Apalagi bocornya ada dua titik, di depan BTN Pasirsembung dan di bak penampungan.”

Menurut Budi, perbaikan sudah selesai dan air akan kembali normal dalam beberapa jam. “Dalam beberapa jam sudah bisa normal. Kami juga akan upayakan perbaikan pelayanan. Tapi kan ini teknis, pipa di sana sudah ada sejak 1992, jadi memang perlu ada perbaikan. Kami harap pelanggan mengerti kondisi tersebut,” tuturnya. (isl)

Comments

comments