Pengusaha Hotel dan Restoran Tak Jujur, Bapenda Pasang Mesin Jago!

0
257

CIANJUR, patas.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan, mengungkapkan bahwa pemilik restoran dan hotel di Cianjur masih belum jujur terkait pendapatan dan pembayaran pajak.

“Masih banyak yang bayar di bawah ketentuan, salah satunya restoran di Jalan HOS Cokroaminoto yang hanya bayar sekitar Rp 3,5 juta per bulan, padahal penghasilannya tinggi. Begitu juga restoran dan hotel lainnya,” ujar dia saat ditemui di kantornya, Senin (11 September 2017).

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2011 tentang Pajak Daerah, setiap restoran dan hotel dikenakan pajak sebesar 10 persen untuk setiap makanan atau sewa hotel.

“Berdasarkan pantauan kasat mata, penghasilan hotel dan restoran di Cianjur itu tinggi, tapi pajaknya dibayar tidak secara jujur.” 

Oleh karena itu, lanjut Atte, Bapenda bakal menerapkan pajak jago yang ditunjang dengan adanya teknologi, dimana setiap restoran dan hotel dipasang mesin khusus yang mendeteksi setiap pesanan.

Menurut Atte, data yang dimasukan dalam mesin tersebut bakal terkoneksi dengan server di Dinas, sehingga ketika ada selisih, bisa langsung terdeteksi. Termasuk jika mesin dimatikan, akan ketahuan dan langsung diperiksa.

“Rencananya perubahan ini bakal dilakukan uji coba. Kalau berhasil, di anggaran tahun depan dimasukkan untuk seluruhnya diterapkan hal serupa.” 

Atte mengungkapkan, jika kejujuran dari pengusaha sudah terwujud, langkah tersebut tidak perlu dilakukan. Sayangnya karena belum terbentuk kejujuran, perlu ada tindakan tegas.

“Daripada harus bersitegang ketika ada selisih, lebih baik gunakan proses yang valid. Jika tidak sesuai, kami tindak,” katanya. Atte pun yakin program tersebut dapat meningkatkan 20 sampai 30 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Peningkatan pasti relatif, tapi diperkirakan sebesar 20-30 persen.” 

Atte menambahkan bahwa dalam perubahan anggaran, pihaknya telah mampu meningkatkan PAD sampai 20 persen, baik dari pajak ataupun retribusi. Dia pun yakin di akhir tahun ini, target Rp 166 miliar dari pajak dan Rp 26 miliar dari retribusi bisa tercapai.

“Kami berharap kalau sudah sistem online, target dan capaian bisa meningkat,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments