Panen Enam Hektar Lahan Padi Organik di Ciranjang

0
275

CIANJUR, patas.id – Enam hektar lahan padi organik di Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang akhirnya bisa dipanen untuk pertama kalinya. Meskipun perubahan sistem tanam mengalami penurunan di awal, namun harga di pasaran untuk padi organik dipastikan jauh lebih baik dibandingkan dari pupuk kimia.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Musri sekaligus pengelola lahan, Syaiful Uyun, menuturkan bahwa lahan padi organik tersebut merupakan binaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi. “Alhamdulillah, sekarang kerja keras ujicoba bisa dipanen untuk yang pertama kalinya.”

Menurutnya, pengembangan tersebut sesuai dengan visi dari pondok pesantren yakni ngaji, ngejo, nguji. Oleh karenanya, pengembangan tersebut diharapkan mampu mendorong para santri untuk meningkatkan produksi pertanian padi.

“Jadi pada ngejo dan nguji itu terdapat pengembangan teknologi, termasuk teknologi organik. Kami pun senang menerimanya.”

Syaiful mengaku, untuk panen pertama dengan pola organik, tingkat produksi pertanian diperkirakan bakal menurun. Namun kabar baiknya, harga tetap stabil dan memiliki pasar yang jelas.

“Biasanya satu hektar sampai enam ton, namun sekarang dimungkinkan turun. Tapi katanya kalau sudah beberapa kali panen, produksi akan normal bahkan meningkat.”

‎Sementara itu Wakil bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan bahwa Pemkab sudah bertekad untuk mengambangkan potensi pertanian. Bahkan moratorium pun dibuat untuk mempertahankan lahan pertanian.

Di samping itu, pemerintah juga mendorong pengelolaan secara organik. Bahkan ke depan setiap wilayah bakal diterapkan polapertanian serupa.

“Ini kan selaras dengan program untuk wisata pangan dunia. Kalau tanamnya secara organik, akan lebih menarik. Makanya kami dukung pengembangan pola tanam ini,” ujarnya. (isl)

Comments

comments