BNNK Cianjur: Ada 50-60 Narkoba Baru

0
282

CIANJUR, patas.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menilai penindakan hukum bagi penyalahguna narkoba tidak lebih efektif dibandingkan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan dan pemberdayaan masyarakat bakal ditonjolkan untuk menekan peredaran barang haram tersebut.

Kepala BNNK Cianjur, Dr Basuki, mengatakan sanksi hukum yang berat selama ini masih belum efektif mencegah penyebaran narkoba, tidak terkecuali di Cianjur yang dikenal sebagai Kota Santri.

“Makanya kami tidak mengutamakan pemberantasan, tapi pemberdayaan,” tutur Basuki pada patas.id, Kamis (13 Juni 2017). Menurutnya, para pemuda, tokoh, dan pemuka agama harus diberi pemahaman bahaya narkoba dan mencegah peredarannya.

“Tahapan informasi ini disampaikan ke tingkat RT, RW, Desa, dan Kecamatan. Jika pemerintah di tingkatan itu bersih, maka warganya bakal bersih.”

Basuki menambahkan, warga juga harus mengetahui berbagai jenis narkoba, apalagi belakangan diketahui ada 50 sampai 60 jenis narkoba baru. Bahkan beberapa di antaranya sulit untuk terdeteksi dalam pemeriksaan urin.

“Ada banyak jenis baru, tentunya efek dari narkoba itu semakin membahayakan. Perlu ada informasi yang disampaikan secara berkesinambungan agar bisa dicegah oleh warga. Kerjasama dengan seluruh instansi juga harus dilakukan.”

Selain itu, pengguna yang merupakan korban diimbau untuk segera direhabilitasi dengan melapor pada BNNK. Setiap tahapan rehabilitasi diyakini mampu membersihkan penyalahguna dari hal tersebut.

“Ada klasifikasinya untuk korban dan penyalahguna yang menang niat mengkonsumsi. Mereka yang jadi korban tidak akan diproses hukum namun direhab‎,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments