Relokasi Warga Terancam Longsor Masih Menunggu Rekomendasi

0
224

CIANJUR, patas.id – ‎Warga Kampung Margalaksana RT 01/RW 06 Desa Girimukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur rencananya bakal direlokasi jika kondisi di wilayah tersebut sudah tidak lagi dimungkinkan untuk dijadikan pemukiman.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menentukan langsung perlu atau tidaknya relokasi bagi 12 keluarga yang terancam longsor dengan satu keluarga sudah diungsikan lantaran rumahnya rusak terbawa longsor.

“Relokasi mungkin saja dilakukan, tapi tergantung rekomendasi dari Badan Geologi. Hari ini pun kami lakukan pemeriksaan lagi ke sana, dengan menerjunkan seluruh tim ini yang nantinya dilaporkan pada pimpinan dan Badan Geologi,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (12 Juni 2017).

Menurutnya, relokasi akibat pergerakan tanah dan longsor sudah beberapa kali dilakukan di Cianjur, seperti di Cibeber, Naringgul, Cipanas, dan wilayah lainnya. ‎Kondisi tanah yang sudah tidak memungkinkan untuk dibuat bangunan membuat warga direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Menurutnya, warga yang pindah tidak selalu diberi bantuan anggaran oleh pemerintah daerah untuk membuat tempat tinggal yang baru. Pasalnya bantuan diberikan berdasarkan prioritas yang dibutuhkan, meskipun sebagian besar dibantu dari anggaran daerah.

“Jadi dikaji dulu, setelah ada rekomendasi dari Badan Geologi kemudian dilihat prioritas bantuannya. Tidak harus relokasi itu pemda mengeluarkan anggaran, sebab ada juga yang sadar dengan sendirinya pindah ke tempat yang aman. Tapi untuk logistik, kami pasti menyediakan.”

‎Seperti yang diberitakan sebelumnya, bencana longsor terjadi di Kampung Margalaksana RT 01/RW 06 Desa Girimukti Kecamatan Campaka. Akibatnya satu rumah rusak berat dan 12 rumah lainnya terancam terkena material longsoran. Bahkan dua keluarga harus diungsikan lantaran khawatir jadi korban jika ada longsoran susulan.

Kejadian longsor tersebut berlangsung pada Sabtu (10/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pada saat itu, Campaka diguyur hujan deras selama beberapa jam, sehingga pergerakan tanah yang berujung pada longsor pun terjadi.

Menurut Asep, longsoran susulan masih mungkin terjadi, sebab hujan deras diperkirakan masih bisa mengguyur Cianjur dengan jangka waktu beberapa jam. Meskipun harusnya pertengahan Juni 2017, sudah masuk ke musim kemarau.

“Rata-rata bencana longsor atau longsor susulan terjadi kalau intensitas hujan tinggi. Selain itu, seperti gempa yang terjadi tadi pagi tidak begitu berpengaruh. Kami harap warga waspada dengan kondisi cuaca yang mungkin saja berakibat longsor,” ucapnya. (isl)

Comments

comments