RT/RW Harus Proaktif Mendata Penghuni Kos-kosan

0
406

CIANJUR, patas.id – Lurah Sawahgede Kecamaan Cianjur, Indra Senggara, menginstruksikan agar Pemerintah RT dan RW di setiap lingkungan bersikap lebih proaktif terhadap kedatangan atau kepergian penduduk, terlebih di lingkungan kos-kosan.

Menurutnya, kos-kosan lebih sering digunakan untuk aktivitas negatif, mulai dari sex bebas, narkoba, hingga dijadikan lokasi pembuatan KTP Palsu.

“Siapapun yang datang atau pergi, (pindah dan menetap, red) harus terdata. Minimalnya ada keterangan keluarga dan fotokopi KTP. Apalagi kalau di lingkungan kos-kosan.”

Menurutnya, pendataan tersebut juga harus melibatkan pemilik kos atau kontrakan, sebab merekalah yang memiliki data. Namun Indra mengakui banyaknya pemilik kos ‎yang tidak mau bekerjasama.

“Pendataan itu penting dan harusnya pemilik kos yang sadar mengeluarkan data siapa yang kos di sana. Tapi kebanyakan membandel. Yang kami khawatirkan iu banyak kasus menyimpang, yang kasus pemalsuan juga mengontak dan kos. Itu yang kami antisipasi.”

Indra menambahkan, ada ratusan kos-kosan dan kontrakan di kelurahan Sayang yang perlu dipantau secara intensif. “Itu baru kelurahan Sayang, di daerah lain saya yakin juga banyak,” katanya.

Jika tidak bisa diajak koordinasi terkait data penghuni kos, Indra menegaskan bahwa pihaknya akan menggaet Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Cianjur untuk memeriksa perizinan seluruh kos-kosan.

“Saya kira banyak juga yang tidak berizin, makanya dikoordinasikan supaya bisa legal dan mampu bekerjasama urusan antisipasi perilaku negatif para penghuni kos,” kata dia. (isl)

Comments

comments