Warga yang Tinggal di Daerah Aliran Sungai Harus Waspada

0
241
KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

CIANJUR, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mewaspadai kondisi Sungai Cianjur yang volume dan ketinggian permukaan airnya dinilai sudah mengancam warga yang tinggal di saepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan bahwa hujan deras di hulu Sungai Cianjur selama beberapa hari berturut-turut membuat volume air meningkat. Bahkan kini ketinggiannya sudah dinilai membahayakan.

“Berdasarkan pemantauan petugas di lokasi, luapan Sungai Cianjur sudah cukup membahayakan, Ketinggian air bisa sampai pemukiman penduduk. Makanya ada beberapa rumah yang mulai kemasukan air sungai yang membelah Kabupaten Cianjur tersebut.”

Menurutnya, keberadaan pemukiman di daerah aliran sungai (DAS) pun menjadi faktor kewaspadaan ditingkatkan. Pihaknya khawatir derasnya sungai membuat pemukiman warga jebol atau bahkan mengakibatkan korban jiwa. “Memang keberadaan pemukiman di bantaran sungai yang membuat kewaspadaan ditingkatkan. Apalagi ada bangunan yang sampai berdiri di bibir sungai,” ucapnya.

Asep mengatakan, luapan Sungai Cianjur akan terus terjadi selama cuaca buruk. Tidak hanya air, kondisi luapan Sungai Cianjur juga mulai membawa material batuan yang berada di bawah arus sungai.

“Bisa dilihat sendiri, terkadang terdengar batuan di bawahnya terbawa arus. Ini yang kami khawatirkan.”

Oleh karena itu, lanjut dia, warga disarankan agar tidak beraktivitas di bagian rumah yang dekat ke sungai ketika hujan deras dan arus sungai terlihat membahayakan. “Lebih baik cari tempat aman ketika hujan deras. Bencana bisa datang kapan saja. Apalagi melihat kondisi Sungai Cianjur yang terus deras dan mulai meluap,” tuturnya. (isl)

Comments

comments