Banjir Bandang Disusul Longsor Melanda Desa Cikahuripan

0
354

CIANJUR, patas.id – Enam rumah di dua kampung di Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong‎ rusak berat terbawa longsoran. Tidak hanya itu, sepuluh rumah lainnya terancam longsor setinggi 15 meter ‎yang membentang di dua kampung tersebut, beberapa hektar sawah garapan juga rusak diterjang banjir dan tertimbung material longsor.

Kepala Desa Cikahuripan, Irwan Kustiawan, mengatakan, longsor disertai banjir pertama terjadi, Kamis (16 Maret 2017) sore. Namun hingga saat ini, longsoran kecil terus terjadi dan mengancam pemukiman.

“Awalnya banjir bandang, air yang di kolam-kolam warga meluap karena tidak mampu menampung volume air setelah hujan deras beberapa jam. Tidak lama kemudian, langsung ada longsor di beberapa titik,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (17 Maret 2017).

‎Menurut Irwan, longsoran terjadi di tebing yang berada di Kampung Pasirbedil dan Kampung Nyelempet. Selain tebing utama, longsoran juga terjadi di pemukiman warga yang berada di pinggir tebing. Akibatnya, beberapa rumah mengalami jebol pada bagian belakang. Bahkan satu rumah ambruk nyaris rata dengan tanah.

“Kalau rumah yang ambruk milik Maman itu tertimpa material longsoran. Sementara lima rumah lainnya akibat tebing di bagian belakangnya longsor, jadi membawa sebagian bangungan rumah.”

Dia menambahkan, pada Jumat siang, longsor kembali terjadi di dua kampung tepatnya di Kampung Cibarengkok dan Cimaja. Tebing Gunung Puntang ambruk dan menutup 5.000 meter persegi areal pesawahan yang siap panen.

Menurutnya, pada longsor kedua kalinya ini, tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah karena sebagian besar areal pesawahan yang siap panen jadi hilang tertimbun material longsor. “Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material masih dihitung dan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Longsor yang terus bergerak seiring hujan yang turun deras sejak dalam beberapa hari terakhir mengancam 10 rumah warga yang terletak dekat dengan tebing. Irwan mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke sejumlah instansi. Dia berharap Pemkab Cianjur segera melakukan antisipasi agar longsor tidak menimpa perkampungan warga serta memberikan bantuan pada warga yang rumahnya rusak.

“Kami terus mengimbau warga yang rumahnya rusak dan terancam untuk mengungsi sementara ke rumah saudaranya atau ke tempat yang dinilai aman karena ditakutkan longsor susulan dapat kapan saja terjadi, terlebih hari ini, hujan kembali turun dengan intensitas sedang.”

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menuturkan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan. Menurutnya, ada beberapa rumah rusak dan terancam longsor susulan.

“Sudah dicek ke lokasi. Kami terus memantau kawasan tersebut, khawatir ada bencana susulan. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait untuk bantuan logistik dan penanganan pasca bencana.”

Selain Cikahuripan, lanjut dia, BPBD juga mendapatkan informasi jika di Jalur menuju Cianjur selatan terjadi longsor sehingga menurup akses transportasi. “Kami terus mendata titik mana saja yang terjadi longsor. Kami imbau kepada warga agar terus waspada, terlebih cuaca buruk terus terjadi,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments