Lelang Gagal, Pengadaan Keping KTP Diundur Lagi

0
236

CIANJUR, patas.id – Warga Cianjur yang belum memiliki e-KTP harus kembali bersabar, sebab pengadaan keping KTP kembali batal. Dari yang awalnya direncanakan tersedia Maret ini, kabarnya baru akan ada pada April mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar. Menurutnya, lelang pengadaan keping KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) batal lantaran tidak ada perusahaan yang dinilai layak dalam segi spesifikasi.

“Informasi dari Dirjen Dukcapil seperti itu, batal lagi lelang pada akhir Februari. Ini sudah kedua kalinya gagal lelang. Pertama di akhir 2016, kedua di tahun ini,” kata dia saat ditemui di sela kegiatan Saba Lembur, Rabu (8 Maret 2017).

Menurut Ginanjar, gagalnya lelang membuat pengadaan blanko harus kembali tertunda. Jika sebelumnya lelang akan dilakukan akhir Februari dan terdistribusi ke dareah saat pekan ketiga di Maret ini, tetapi setelah adanya pembatalan, pengadaan baru dilakukan akhir Maret nanti.

“Kemungkinan stok ada pada April, kalau ke dareah bisa di pekan kedua atau ketiga di bulan depan.”

Akibatnya, warga harus bersabar sebab pencetakan e-KTP belum bisa dilakukan. “Stok kan habis, jadi tidak bisa cetak. Solusinya ya pakai Surat Keterangan (Suket). Kami jgua akan informasikan kekosongan ini,” tuturnya.

Kekosongan stok keping membuat antrean pencetakan e-KTP terus menumpuk. Jika di bulan lalu antrean sudah mencapai 100 ribu jiwa, maka sekarang sudah di angka 120 ribu jiwa yang telah melakukan perekaman dan siap dicetak. Ginanjar menambahkan bahwa dalam sehari, minimalnya ada 200 sampai 300 penduduk Cianjur yang melakukan perekaman, baik langsung ke kantor ataupun di agenda saba lembur.

“Kalau di Saba Lembur rata-rata ada 80 sampai 100 orang yang melakukan perekaman, selebihnya di kantor.”

Ginanjar menegaskan, jika stok terus kosong maka butuh waktu berbulan-bulan agar nantinya antrean KTP bisa tercetakkan. Dia berharap Kementerian bisa segera melakukan lelang dan pengadaan.

“Sekarang saja butuh waktu 2 bulan agar seluruh stok bisa tercetak, apalagi kalau terus ditumpuk. Ya, secepatnya realisasi pengadaan, jangan ditunda. Apalagi sekarang mencuat kasus pengadaan KTP, jangan sampai itu mengganggu pengadaan. Kasihan rakyat yang butuh KTP tapi harus nunggu berbulan-bulan,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments