Menurut Kades Cikondang, Ada Beberapa Alasan Mengapa Cikondang Banyak Makan Korban

0
377

CIANJUR, patas.id РTerkait meninggalnya salah seorang warga Kampung Irigasi RT 03/RW 04 Desa Cikondang Kecamatan Cibeber, Atin Suprihatin (55 tahun) yang tewas terseret arus sungai Cikondang, Kepala Desa Cikondang Yana Mulyana mengungkapkan bahwa kejadian warga hanyut tersebut bukan yang pertama kali terjadi di Desa Cikondang.

Menurut Yana, pada 2016 saja sedikitnya ada 10 orang yang tewas terbawa hanyut di Sungai Cikondang. “Memang banyak, dan di tahun ini Abah Atin jadi korban pertama. Sepertinya Abah Atin ini terbentur batu dulu, kemudian hanyut, karena ada luka yang mengeluarkan darah di kepalanya. Saat ini jenazah sudah dievakuasi,” paparnya.

BACA: Abah Atin Terseret Arus Sungai Cikondang

Yana menyebutkan bahwa kebiasaan warga melintas sungai meski arus sedang deras menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa yang hanyut di Sungai Cikondang. Padahal, di beberapa titik terdapat beberapa jembatan, baik jembatan permanen atau jembatan gantung.

“Warga masih malas untuk pakai jembatan, alasannya jadi memutar dan jauh. Padahal demi keselamatan diri, kalau memaksakan, akibatnya terbawa arus sungai.”

Selain mengakibatkan korban jiwa, Sungai Cikondang juga kerap merusak lahan pertanian warga saat meluap. Kondisi sungai yang berkelok membuat air mudah meluap. Yana berpendapat bahwa kondisi ini memerlukan penanganan.

“Kadang meluap sampai ke pemukiman, serta menjebol dinding rumah warga. Memang perlu ada penanganan, supaya sungai yang alirannya deras ini bisa lebih bersahabat.”

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan bahwa dalam beberapa jam terakhir, terjadi beberapa bencana banjir dan luapan air sungai di Cianjur, di antaranya di Sungai Cibuni dan Cikondang. Asep juga mewanti-wanti warga agar lebih waspada.

“Untuk yang lainnya hanya dikhawatirkan memberi dampak besar, sementara di Cikondang sampai ada yang meninggal. Kami sudah kirimkan petugas ke sana untuk bantu evakuasi. Kami harap warga waspada, terutama saat hujan kembali mengguyur,” tuturnya. (isl)

Comments

comments