Sering Gempa, Tanah di Cianjur Semakin Labil

0
242

CIANJUR, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan pengawasan di daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Pasalnya gempa yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Jawa Barat dikhawatirkan membuat kondisi tanah di Cianjur semakin labil.

Seperti yang diketahui, beberapa hari terakhir terjadi gempa bumi di Sukabumi dan Garut. Getaran yang mencapai 5 skala Richter membuat Cianjur juga merasakan getarannya.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, guncangan gempa dari beberapa wilayah tersebut mengancam stabilitas kontur tanah di 109 titik rawan pergerakan tanah di 32 kecamatan di Cianjur. Semakin banyak guncangan, maka tanah tersebut akan semakin labil.

“Makanya kami sedang pantau. Hari ini (kemarin, red) kami juga hubungi relawan dan tim tanggap bencana untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah. Walaupun kejadiannya di kota lain, tapi ada kemungkinan Cianjur juga kena dampak, sebab guncangannya terasa sampai Cianjur,” kata dia.

Menurutnya, Cianjur masuk dalam lempengan yang terbentang sepanjang pantai selatan. Akibatnya, gempa di wilayah manapun, terlebih di daerah Jawa Barat akan berdampak pada Cianjur.

“Sebenarnya, setelah gempa tektonik di Tasikmalaya belum lama ini, sudah ada informasi jika akan ada gempa susulan di sepanjang pantai selatan. Namun Cianjur tidak terjadi, titiknya di Sukabumi dan Garut. Tapi memang ada getaran juga di Cianjur,” kata dia.

Asep mengatakan, sepanjang 2017, belum terjadi gempa bumi. Namun pihaknya tetap waspada dengan berkoordinasi ke BMKG. Pasalnya BMKG telah menyimpan alat pendeteksi gempa di wilayah Cianjur selatan.

“Terakhir gempa itu Desember 2016, dengan getaran sebesar 5,6 skala richter. Kalau ada lagi pasti laporan dari BMKG, sebab sudah ada satu alat di Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) di Cianjur selatan. Kalau ada gempa dari 3,5 skala richter ke atas, pasti sudah dilaporkan.”

Menurutnya, BPBD sudah melakukan simulasi bencana jika terjadi bencana gempa yang juga berakibat pada longsor ataupun tsunami. Pihaknya juga telah menyiapkan shelter khusus jika sewaktu-waktu terjadi bencana besar.

“Kalau di Cianjur terjadi bencana bisa dua dampaknya, longsor dan tsunami. Makanya kami sudah siapkan untuk evakuasi warga ketika ada gempa, kalau yang di perbukitan antisipasi longsor, sementara di pantai mewaspadai tsunami. Tapi kami harap tak ada bencana gempa yang mengakibatkan kedua bencana itu,” tandasnya. (isl)

Comments

comments