Masih Ada 276 Ribu Anak Tak Memiliki Akte Kelahiran

0
526

CIANJUR, patas.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cianjur menyatakan capaian pembuatan akta kelahiran untuk penduduk 0 sampai 18 tahun masih rendah. Bahkan dari target 77 persen, Cianjur baru mencapai 63,59 persen capaian akta kelahiran.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, mengatakan, dari total penduduk Cianjur sekitar 2,6 juta jiwa, ada 657 ribu penduduk di usia 0 sampai 18 tahun. Namun masih ada 276 ribu anak lagi yang belum dibuatkan akta kelahiran.

“Memang masih cukup banyak, mencapai 36,31 persen lagi yang belum buat akta lahir. Itu harus diselesaikan dalam waktu dekat.”

Menurut Ginanjar, berdasarkan target nasional, daerah harus minilainya menyelesaikan pembuatan akta kelahiran sebanyak 77 persen dari total keseluruhan. Dia menargetkan, Maret 2017, target itu bisa dicapai. “Minimalnya di angka itu, dan nantinya bisa diajukan untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Programnya sudah bergulir sejak 2016, tapi karena capaian akta belum di angka minimal, kemungkinan tahun ini KIA akan dijalankan di Cianjur.”

Banyak faktor yang menghambat capaian akta kelahiran, salah satunya nikah siri atau hanya secara agama, data kelahiran, dan pesyaratan lainnya. Menurut Ginanjar, hal tersebut mulai diantisipasi dengan menggelar sidang isbat gratis bersama Pengadilan Agama Cianjur.

“Memang itu yang susah, ketika tak ada buku nikah maka akta tak bisa dibuat. Makanya digelar sidang isbat gratis. Kami juga sisir panti-panti untuk membuatkan akta kelahiran bagi anak yatim piatu.”

Selain itu, lanjut dia, agenda saba lembur juga menjadi tumpuan agar capaian akta kelahiran bisa dipercepat. Dalam satu desa, sedikitnya ada 251 warga yang mengajukan pembuatan akta kelahiran. “Jadi kalau terus dirutinkan, Maret bisa selesai sampai target minimal nasional. Makanya agenda saba lembur kami maksimalkan untuk menggenjot capaian identitas kependudukan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments