Saling Lempar Tanggung Jawab Pohon Tumbang

0
269

CIANJUR, patas.id – Warga Cianjur mengaku bingung membuat laporan peristiwa pohon tumbang. Akibatnya penanganan pohon tumbang selama beberapa hari terakhir cukup lambat dan menganggu arus lalu lintas serta membahayakan pengendara.

Seperti yang diketahui, beberapa hari terakhir sempat terjadi pohon tumbang. Salah satunya di Jalan Ir H Djuanda (Selakopi), dimana batang pohon yang sudah tua patah terhempas angin kencang dan hujan deras. Akibatnya, ada kendaraan yang tertimpa dan arus lalu lintas menjadi macet lantaran batang pohon yang tumbang menutup setengah badan jalan.

Muhammad Yusuf (25 tahun), salah seorang warga di sekitar Selakopi, mengatakan, dirinya khawatir sering terjadi pohon tumbang, apalagi melihat kondisi cuaca yang sering hujan disertai angin kencang. “Pasti khawatir, apalagi kalau sedang pakai sepeda motor. Kalau tiba-tiba ada pohon tumbang dan tertimpa, kan bahaya.”

Namun, Yusuf mengaku bingung harus melapor kemana jika terjadi pohon tumbang.

“Tidak tahu ke mana, paling lapor ke polisi. Soalnya tidak tahu harus ke dinas mana lapornya,” kata dia.

Di sisi lain, di pemerintahan, tanggung jawab penanganan pohon tumbang juga saling lempar. Apalagi setelah dialihkannya Bidang Kehutanan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Padahal dinas tersebut yang ditunjuk oleh Bupati Cianjur periode 2011-2016, Tjetjep Muchtar Soleh, untuk menangani pohon tumbang.

Mamad Nano, mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang saat ini menjadi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura, mengatakan bahwa tanggung jawab penanganan pohon tumbang seharusnya berada di Dinas Binamarga, namun karena instruksi khusus, Dishutbun yang menanganinya.

Namun setelah tidak adanya bidang kehutanan, tanggung jawab penanganan pohon tumbang tidak lagi ada di dirinya, apalagi usai menjadi Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura.

“Kalau sekarang, tanggung jawab saya ada di penanaman saja. Selebihnya ada di intstansi lain. Bisa jadi di Dinas PUPR yang sekarang menggantikan Binamarga atau di BPBD. Tim Kanan Kiri Jalan yang dulunya fokus penanganan pohon tumbang pun sudah tidak ada.”

Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengatakan bahwa tanggung jawab penuh untuk pohon tumbang tidak ada pada instansinya. Namun jika tak kunjung ditangani, pihaknya akan turun tangan untuk menyeterilkan badan jalan dari material pohon tumbang. “Kalau tidak ada yang menangani ya kami akan turun tangan. Tinggal laporan saja,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dedi Supriadi belum bisa dikonfirmasi terkait penanganan pohon tumbang di jalan protokol di wilayah perkotaan. (isl)

Comments

comments