Pemkab Kirim 10 Anak Jalanan ke Cirebon

0
268

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengirimkan 10 anak jalanan ke Cirebon untuk mengikuti pelatihan. Selain anak jalanan, para orangtua mereka juga akan mendapatkan pembinaan agar tidak membiarkan anaknya berkeliaran di jalanan dan mendapatkan haknya sebagai anak-anak.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, pembinaan selama beberapa pekan itu dilakukan Pemkab melalui Dinas Sosial. Di tahap pertama, akan dikirim 10 anak jalanan, namun di tahap selanjutkan direncanakan akan lebih banyak anjal yang mendapatkan pelatihan.

“Di sana mereka akan dilatih agar punya kemampuan lebih, diharapkan setelah dilatih dan diarahkan ada perubahan dalam hidup mereka. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab dari Pemkab Cianjur terhadap anak jalanan dan warga miskin.”

Menurutnya, dalam pelatihan itu, anak dilihat potensi dari setiap anak jalanan yang rata-rata putus sekolah. Potensi itu nantinya akan diasah dan disalurkan saat kembali ke Cianjur. “Kebanyakan dari mereka putus sekolah di tingkat SMP, tapi ada juga yang sampai SMA. Setelah dibina, potensi yang muncul akan terus diarahkan. Kalau ada yang ke sektor usaha, maka akan diberi modal.”

Selain para anak jalanan, lanjut dia, orangtuanya pun akan diberi pembinaan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi para anak jalanan kembali lagi ke profesinya setelah dibina dan dididik. “Berdasarkan temuan, ada juga yang dibiarkan dan disuruh orangtuanya. Jadi ini penyakit sosial yang harus dituntutaskan bukan hanya dengan mendidik anak jalanannya tapi juga orangtuanya. Mayoritas dari mereka memiliki orangtua. Jika tetap seperti itu, maka orangtuanya juga akan kena sanksi, sebab mempekerjakan anak di bawah umur.”

Dia menambahkan, di Cianjur tidak terlalu banyak anak jalanan, pengemis, pengamen, dan penyakit sosial lainnya. Mayoritas anak jalanan dan pengemis merupakan warga luar Cianjur.

“Sempat ditemukan anak jalanan dan pengemis ini dari luar Cianjur, bahkan dari provinsi lain. Makanya kami lakukan penertiban utnuk memberikan efek jera, dan membina agar lebih produktif. Selagi mampu bekerja dan berusaha, maka kami akan fasiltiasi,” tandasnya. (isl)

Comments

comments