Bupati Cianjur Tolak Daerah Otonomi Baru Cianjur Utara

0
339

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, menegaskan tidak akan menandatangani persetujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cianjur Utara. Pasalnya, Cianjur dinilai harus tetap menjadi satu keutuhan. Irvan juga menjanjikan adanya pemerataan pembangunan di masa kepemimpinannya.

“Pejabat yang cerai saja saya tangguhkan, apalagi wilayah Cianjur yang bercerai. Selama periode ini saya tidak akan setujui,” tuturnya dalam Forum Diskusi Pancaniti, Sabtu (4 Februari 2017). Menurut Irvan, pembentukan daerah otonomi baru (DOB) harus berdasarkan persetujuan dari pemerintah daerah saat ini. Dirinya menagaskan tidak akan menandatangani persetujuan pembentukan Cianjur Utara,

“Selama saya menjabat, tidak akan ada pemekaran. Persetujuannya ditangguhkan sampai 2020 atau di akhir masa jabatan saya. Kalau setelah itu silakan saja.”

Irvan mengatakan, Cianjur saat ini menjadi wilayah terluas di Jawa Barat, lantaran Sukabumi telah melakukan pemekaran. Hal itu dinilai harus dipertahankan, sebab Cianjur menjadi wilayah yang tetap utuh.

“Makanya jangan ada pemekaran, Cianjur harus tetap jadi satu keutuhan. Pembangunan tentunya jadi perhatian, akan kami lakukan pemerataan pembangunan di setiap wilayah, baik di wilayah selatan ataupun utara.”

Di samping itu, lanjut Irvan, pembentukan DOB belum tentu menjadi solusi atas lambatnya pembangunan yang selama ini terjadi di Cianjur. Pasalnya sejumlah wilayah terhambat untuk membangun lantaran tertundanya bantuan dana dari pemerintah pusat.

BACA: Presidium Pembentukan Cianjur Utara Serius Ajukan Pemekaran

“Seperti halnya Pangandaran, selama setahun setengah tidak ada suntikan dana dari pusat. Dan selama itu, pembangunan tidak berjalan. Jangan sampai itu juga terjadi di Cianjur. Sama saja nantinya pembangunan akan lebih lambat. Makanya lebih baik tetap bersatu dan kami pun usahakan percepatan pembangunan, peningkatan kualitas kesehatan serta pendidikan, serta┬ápendekatan pelayanan,” tandasnya.(isl)

Comments

comments