Penyertaan Batal, Program-program Perumdam Gagal

0
297

CIANJUR, patas.id – Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur mengaku mesti membatalkan sejumlah program di tahun ini. Pasalnya regulasi penyertaan modal yang menjadi sumber dana dari program tersebut tak terealisasi di tahun lalu.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan, sumber dana Perumdam dalam pengembangan, perawatan, pelayanan, dan lainnya ialah penyertaan modal. Anggaran Perumdam sendiri berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hibah Pemerintah pusat, serta pinjaman perbankan. “Untuk program yang bersumber dari anggaran perumdam dan hibah itu berjalan normal. Hanya program yang rencananya dibiayai dari penyertaan modal, dibatalkan untuk berjalan di awal tahun ini,” ujarnya, Rabu (25 Januari 2017).

Menurut Budi, jika penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar per tahun itu jadi direalisasikan tahun ini, Perumdam bakal menggratiskan 2.000 pemasangan baru bagi pelanggan di Cianjur. Bahkan 70 persennya akan disalurkan di wilayah Cianjur selatan.

“Biaya pemasangan baru Rp 1,165 juta per pelanggan. Awalnya akan ada program pemasangan gratis, tapi karena penyertaan modalnya batal, kami juga belum dapat menjalankannya. Anggarannya mau dari mana? Jadi ya, biaya normal kalau mau pasang baru.”

Di samping itu, lanjut dia, Perumdam rencananya akan melakukan pengembangan di sejumlah wilayah. Namun terbatasnya anggaran membuat rencana tersebut ikut tertunda. “Kami maksimalkan program yang rutin seperti perbaikan, perawatan, dan pengembangan dengan dana yang ada,” kata dia.

Kendati demikian, ujar Budi, pihaknya menargetkan penambahan pelanggan sebanyak 5.000 pelanggan di tahun ini. Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi target itu dinilai Budi masih realistis melihat peningkatan beberapa tahun terakhir. “Kami optimis bisa tercapai. 5.000 pelanggan itu sangat banyak, sebab melihat tahun-tahun sebelumnya Perumdam hanya punya 27 ribu pelanggan dengan rata-rata penambahan 750 pelanggan. Tapi sekarang bisa 50 ribu pelanggan, dan kami targetkan bertambah 5.000 pelanggan lagi.”

Selain penambahan pelanggan, Perumdam juga tengah membuat saluran baru di wilayah Campaka, dimana pusat pelayanan pemerintahan akan dibangun.

“Kami sudah siapkan jaringan di sana untuk mendorong program Bupati Cianjur mendirikan pusat pemerintahan di sana, meskipun dengan anggaran yang terbatas.”

Seperti diketahui, DPRD Kabupaten Cianjur resmi menunda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal untuk Perumdam Tirta Mukti pada Rapat Paripurna, Desember tahun lalu. Pada saat itu, alasan ditundanya Raperda Penyertaan Modal lantaran adanya persyaratan yang belum terpenuhi oleh BUMD milik Pemerintah Kabupaten Cianjur tersebut.

Juru Bicara Pansus, Dadang Sutarmo menyatakan, ada tiga syarat apabila penyertaan modal bisa dipenuhi. Ketiganya antara lain APBD yang diperkirakan surplus, telah disusunya pengelolaan investasi dengan pertimbangan dan persetujuan Bupati, serta adanya analisis investasi. Kesimpulannya pada saat itu, Raperda Penyertaan Modal untuk Perumdam Tirta Mukti akan kembali dibahas tahun ini. (isl)

Comments

comments