Dinas Kelautan Janjikan Bantuan untuk Pemecah Ombak Jayanti

0
347

CIANJUR, patas.id – Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur tengah menunggu realisasi bantuan dari Kementerian Kelautan untuk membangun pemecah ombak di tahun ini. Pasalnya, ombak yang membawa pasir kerap menyulitkan nelayan untuk melaut.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, H Tata, mengatakan, tahun ini akan ada dana bantuan dari Pemerintah RI sebesar Rp 20 miliar untuk membangun pemecah ombak di panti Jayanti.

“Nantinya dibangun untuk meminimalisir ombak, sebab pada musim tertentu, ombak membawa pasir yang membuat dermaga menjadi dangkal. Akibatnya perahu sulit untuk menepi ataupun keluar dari dermaga.”

Menurutnya, kondisi tersebut membuat nelayan seringkali tak maksimal dalam melaut sebab terhambat oleh gundukan pasir di tepi pantai. “Harus perlahan, sebab kala dipaksakan kapal bisa rusak,” kata dia.

Rencana pembangun pemecah ombak tersebut merupakan pengalihan dan revisi dari pengajuan penataan pantai dan pelabuhan sederhana di Pantai Jayanti. “Ini sebenarnya pilihan lain, sebab rencana yang sebelumnya diajukan batal. ā€ˇPadahal jika direalisasikan, tangkapan ikan bisa melebihi Pelabuhan Ratu,” tuturnya.

Menurutnya, pada 2004 lalu, Pemkab Cianjur melalui Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan sempat mengajukan rencana pembentukan pelabuhan sederhana. Namun nilai anggaran yang mencapai Rp 70 miliar tidak kunjung direalisasikan oleh pusat.

“Kalau sekarang mungkin butuh anggarannya sampai Rp 150 miliar. Soalnya bahan dan lain-lainnya kan ada perubahan harga. Tapi tak terealisasi, malah membangun di Pelabuhan Ratu.”

Pemkab kemudian mengubah perencanaan pembangunan hingga sekedar pemecah ombak. Jika terealisasi, perahu yang masuk dan menepi di Jayanti bisa bermutan lebih dari 50 GT. “Kalau sekarang di bawah 5 GT. Pernah dicoba yang di atas 5 GT, tapi tidak lama pecah, sebab terbentur ombak dan pasir. Makanya produksi ikan di Cianjur selatan tak pernah maksimal. Tahun ini pun hanya 13 ribu ton ikan, atau sekitar 1000 ton per bulan.”

Meski begitu, lanjut dia, diharapkan engan setelah dibangunnya pemecah ombak, kerusakan dan pendangkalan bisa diminimalisir. “Ya minimalnya perahu tak cepat rusak. Tentu ke depan diharapkan tangkapan ikan juga meningkat,” tandasnya. (isl)

Comments

comments