Cianjur Sabet 4 Penghargaan dalam 2 Hari

0
227


CIANJUR
, patas.id – Kabupaten Cianjur sabet empat penghargaan di tingkat nasional dan provinsi dalam dua hari berturut-turut. Pemberdayaan perempuan dan peningkatan ekonomi melalui sektor UMKM menjadi bidang penghargaan yang diraih.

Hal tersebut dikabarkan dengan bangga oleh Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (22 Desember 2016). Menurutnya, perhargaan pertama adalah Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yang diberikan sebagai penanda keberhasilan pemberdayaan perempuan dan anak. Pemberdayaan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemerdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur dinilai yang baik.

“Beberapa bulan lalu ada penilaian dan Kabupaten Cianjur menjadi salah satu penerima APE di tahun ini. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Istana Presiden, Rabu (21 Desember 2016) kemarin,” ujar Herman.

Selain itu, Pemkab Cianjur juga menerima tiga penghargaan lainnya dari Pemprov Jabar, yakni Peringkat Pertama Sidakarya untuk Sektor UMKM bagi Ramadan Kue, Peningkatan Peranan Wanita Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) untuk pegunungan tipe C, dan penghargaan bagi Akademi Perawatan untuk Perguruan Tinggi Pendukung P2WKSS di bidang kesehatan.

“Ketiganya diperoleh hari ini (22 Desember 2016) di Gedung Sate, dan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.”

Menurut Herman, ‎empat penghargaan yang diperoleh selama dua hari berturut-turut tersebut menjadi kado istimewa bagi Cianjur di momentum Hari Ibu. Apalagi, keempatnya berkenaan dengan pemberdayaan perempuan. “Seluruhnya berkaitan untuk pemberdayaan perempuan, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan kesehatan. Ini kado yang luar biasa bagi Cianjur,” ungkapnya.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, sudah jadi kewajiban pemerintah beserta dukungan dari warga untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan memberikan kesetaraan ‎gender. “Cianjur sudah melakukannya, seperti perlindungan TKI, dimana Cianjur yang cukup tinggi menyumbang pahlawan devisa tersebut‎. Melaluia P2TP2A, Dinas Tenaga Kerja, dan OPD lainnya kami lakukan terobosan dalam melindungi mereka.”

Pemkab Cianjur, lanjut Herman, juga akan berupaya meningkatkan kesejahteraan warga supaya TKI bisa berkurang serta warga lebih memilih mencari penghasilan di kotanya sendiri.

“Para laki-laki akan diupayakan mendapat pekerjaan supaya bisa menghidupi istrinya, sehingga tak ada lagi yang bekerja ke luar negeri. Ini juga dilakukan supaya ada keseimbangan, sebab saat ini di perusahaan banyak perempuan, akibatnya perceraian tinggi. Sisi pemberdayaan dan kesetaraan gender belum berjalan. Ke depan akan kami upayakan setara.”

‎Di samping itu, menurut Herman, perempuan juga bisa mencari sektor lain untuk membantu perekonomian keluarga. Salah satunya menjadi pelaku UMKM, sebab perempuan dinilai memiliki kreativitas yang cukup tinggi sehingga cocok untuk menjadi perajin.

“Cianjur ke depan akan jadi Kota Wisata Pangan Mandiri, ini jelas jadi peluang bagi perajin. Makanya ke depan kami akan fokus pemberdayaan di bidang UMKM. Kami berharap penghargaan di momentum hari Ibu ini bisa jadi dorongan agar kaum perempuan diangkat derajatnya, dan mendukung Cianjur yang maju dan agamis,” harapnya. (isl)

Comments

comments