60 Persen Target Cianjur Jalan Mantap 2019

0
314

CIANJUR, patas.id – Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur menyatakan bahwa peningkatan jalan mantap harus di atas 5 persen setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk mengejar target Cianjur Jalan Mantap sebesar 60 persen di 2019 dan 70 persen di 2021.

Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan, menjelaskan panjang jalan di Cianjur mencapai 6.000 kilometer, terdiri dari 1.300 kilometer jalan kabupaten dan selebihnya jalan berstatus jalan desa. “Untuk saat ini jalan kabupaten yang mantap sekitar 36,9 persen, dan ditargetkan akhir tahun mencapai 40 persen,” ujarnya, Senin (28 november 2016).

Menurutnya, dengan jumlah tersebut, target Cianjur dalam mengejar jumlah rata-rata jalan mantap sebesar 60 persen bisa lebih mudah. Bahkan sekarang pembangunan jalan di mata anggaran tahun ini sudah 75 persen.

atte-adha-kusdinan“Kalau yang tahun ini tinggal pembangunan jalan aspal atau hotmix, prosesnya cepat, beda dengan jalan beton. Dari perbaikan itu, 2019 target 60 persen, dan 2021 atau pada akhir masa jabatan bisa selesai sampai 70 persen,” paparnya.

Dengan anggaran sebesar Rp 300 miliar pada tahun depan, Atte berharap Pemkab bisa menyele‎saikan pembangunan jalan sebanyak 100 kilometer dengan 95 persen jalan beton dan selebihnya jalan aspal.

“Biaya jalan beton rata-rata Rp 2,8 miliar per kilometer. ‎Tentu kualitasnya lebih baik, tapi kami buatkan di jalur perkotaan dengan banyaknya kendaraan bertonase tinggi yang melintas, sedangkan di wilyah sepi dibuatkan jalan aspal.”

Di samping pembangunan, lanjut Atte, 25 persen anggaran akan ditujukan untuk perawatan jalan. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan persentasi jalan mantap. Bahkan jika jalan yang dirawat basah, bisa dialihkan menjadi jalan beton.

“Dalam Peraturan Menteri PU Nomor 1/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang, dijelaskan jika perawatan tidak mesti dengan jenis pembangunan yang sama. Kalau misalnya pakai aspal cepat rusak, maka dibuatkan jalan beton, itu juga bisa masuk perawatan.”

Atte mengaku optimis, target pembangunan di 2017 sampai 2021 dengan penggunaan jalan beton bisa dikejar‎. “Harus dan pasti bisa, asalkan anggarannya konsisten,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments