Luapan Cibuni 2008 Melahap Puluhan Hektar Sawah

0
290

CIANJUR, patas.id – Terkait meluapnya Sungai Cibuni, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, berkisah bahwa pada 2008 lalu sempat terjadi luapan Sungai Cibuni yang lebih parah, dimana air naik ke permukaan hingga merendam rumah warga setinggi betis orang dewasa. Puluhan hektar lahan pesawahan pun rusak.

“Memang sudah sering terjadi, yang terparah pada 2008 lalu. Yang sekarang hanya lahan.”

Kawasan sungai Cibuni sempat beberapa kali dipasang tanggung dari bronjong, namun terus rusak dihantam arus sungai yang deras. “Mau permanen pun rasanya sulit, sebab biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Tapi kalau dari Pemprov ada kebijakan lain tentu bisa dicarikan solusinya,” harap Asep.

Maraknya bencana alam ditandai dengan longsor yang terjadi pada Selasa (22 November 2016) sore di Kecamatan Sidangbarang dan Cidaun. Menurut Asep, salah satunya membuat akses jalan tertutup. “Ada beberapa longsoran, tapi tidak begitu besar. meksipun sempat menutup akses Cidaun-Tanggeung,” bebernya.

Begitu mendapatkan laporan pada Selasa malam, Asep mengungkapkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemrpov Jabar untuk normalisasi. Pasalnya jalan penghubung tersebut merupakan jalan milik Provinsi Jawa Barat.

“Sekarang sudah normal kembali, backhoe sudah diturunkan. Terlihat juga mobil angkutan jurusan Cidaun melintas lagi ke Cianjur menandakan jalur sudah normal.”

Asep menambahkan, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada warga agar menjaga kondisi lingkungan supaya bencana alam bisa ditekan. Seperti halnya di Citarum, pihaknya akan melakukan kegiatan sosial menanam pohon dan pendidikan alam bagi warga. “Ketika bersahabat dengan alam maka bencana akan minim, tapi jika alam dirusak maka siap-siap alam akan menunjukan marahnya melalui bencana,” tandasnya. (isl)

Comments

comments