PNS Cianjur Rawan Jadi Penyalah Guna Narkoba

0
146
418463a

CIANJUR, patas.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menyatakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur masih rawan menjadi penyalah guna narkoba. Meskipun saat ini peredaran narkoba lebih condong menyasar pekerja swasta.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan, dalam sejumlah agenda, tes urine terhadap PNS, seringkali muncul beberapa nama yang positif menggunakan narkoba, baik sabu ataupun ganja.

“Pejabat daerah itu rawan. Yang dimaksud pejabat tidak selamanya yang memiliki jabatan, namun juga staf atau pegawainya. Satu atau dua orang kadang positif setelah dites urine.”

Menurutnya, para PNS yang diketahui menggunakan narkoba langsung dilaporkan kepada pimpinannya untuk segera ditindaklanjuti. Baik diberi sanksi ataupun diwajibkan ikut rehabilitasi supaya terlepas dari kecanduan narkoba.

“Kalau dari pemkab itu biasanya permintaan dari pimpinan (Bupati) jadi hasilnya juga dilaporkan ke sana. Setelah itu tindak lanjutnya dikomunikasikan kepada kami.”

Namun menurut Hendrik, jumlah PNS yang menjadi penyalah guna mulai berkurang. Saat ini, lanjut dia, pekerja swasta yang lebih sering kedapatan menggunakan sabu. Baik itu dengan penghasilan tinggi ataupun penghasilan rendah.

“Ini yang kami khawatirkan, mereka yang berpenghasilan rendah juga mulai menjadi penyalah guna lantaran adanya rekan yang memberikan untuk mencoba. Setelah itu mulai menjadi pecandu. Makanya terus kami upayakan penindakan dengan razia serta tes urine,” kata dia.

Di samping itu, tambah Hendrik, keberadaan relawan anti narkoba juga dimaksimalkan untuk menyisir kawasan yang rawan menjadi penyalah guna dan penyebaran narkoba. Tidak terkecuali perkampungan di wilayah terpencil. “Sekarang sudah menyebar ke pelosok, makanya kami antispasi melalui para relawan. Kami meminta mereka melakukan pendekatan supaya warga menjauhi narkoba,” tandasnya. (isl)

Comments

comments