Bunikasih Dipilih Jadi Sentra Pertanian Pandanwangi

0
306

CIANJUR, patas.id – ‎Wisata Pangan Dunia menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam mengembangkan pertanian Pandanwangi di Kabupaten Cianjur. Untuk itu, Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang pun dipilih menjadi sentra Pertanian Pandanwangi. Kekhasan yang dimilikinya pun akan menjadi nilai jual Cianjur di Indonesia dan dunia.

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, mengatakan, semula Bunikasih hanya akan dijadikan sentra ayam pelung, sementara beras Pandanwangi akan disentrakan di Desa Jambudipa. Namun karena pemkab memiliki lahan di desa tersebut, kedua sentra ikon Cianjur dialihkan ke Bunikasih.

“Ada lahan sebanyak 7.000 meter milik Pemkab di Warungkondang, 2.400 meter di antaranya ada di Bunikasih. Makanya, sentra Pandanwangi juga di sana.”

Menurut Irvan, ‎lahan tersebut akan dikelola langsung oleh Pemkab untuk pengembangan awal, hingga siap dikelola langsung oleh kelompok tani di Bunikasih. Sebagai sarana promosi, Pemkab akan menjalankan rencana Cianjur Virtual City. Kerjasama pengembangan promosi dengan Universitas Kuala Lumpur pun akan dijalin.

“Seperti yang disampaikan sebelumnya, promosi akan dilakukan secara online, menggunakan program khsus untuk di-publish hingga ke mancangara,” papar Irvan.

Kepala Desa Bunikasih, Memed, mengaku menyambut baik rencana Bunikasih sebagai sentra Pandanwangi. Bahkan Pemdes akan melakukan persiapan semaksimal mungkin untuk menunjang rencana tersebut. “Ini yang kami harapkan, ada pengembangan wisata di Bunikasih. Pandanwangi pun tumbuh subur di Bunikasih,” ucapnya.

Menurut Memed, warga akan diarahkan untuk kembali menjaga budaya mengolah bahan pangan secara tradisional. Hal itu dilakukan untuk menarik minat wisatawan dengan olah pangan yang unik dan tidak selalu dengan hal yang berkaitan dengan teknologi.

“Ini usulan dari Bupati, mengolah padi jadi beras pakai lisung lagi. Memasak nasi pakai ‎tungku dan secara tradisional lagi.”

Memed berharap dukungan penuh dari pemerintah, terlebih untuk masalah infrastruktur jalan. Pasalnya dana desa yang diterima tidak akan memenuhi seluruh kebutuhan untuk perbaikan jalan.

“Kami harap bisa ada dukungan dari pemerintah terutama untuk perbaikan jalan dan fasilitas lainnya. Hal itu pun dilakukan untuk mewujudkan rencana pemerintah guna menjadikan Cianjur sebagai wisata pangan dunia,” tandasnya. ‎(isl)

Comments

comments