Oting Mundur dari Jabatan Sekda Tanpa Intervensi

0
263

PATAS.ID, Cianjur – Oting Zaenal Mutaqin menyatakan bahwa kemunduran dirinya dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur merupakan keinginan sendiri, dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

“Tidak ada intervensi. Bahkan Bupati sempat mencegah saya untuk mundur. Tapi untuk alasan jelasnya hanya saya dan Bupati yang tahu,” kata Oting saat dihubungi melalui telepon seluler. Oting menambahkan bahwa dia ingin menenangkan diri dari banyaknya tuntutan pekerjaan.

“Pokoknya ingin tiis hate, tidak banyak pekerjaan, fokus ke usaha.”

Oting membantah pernyataan Kabag Humas Pemkab Cianjur, Pratama Nugraha, yang menyatakan bahwa kemundurannya lantaran ‎ingin mencalonkan kembali sebagai sekda dalam lelang jabatan.

“Kalau mau ikut lelang lagi tidak perlu keluar dulu dari jabatan sekarang, bukan karena itu. Kan mengundurkan diri bisa karena tiga alasan, yaitu: keinginan pribadi, sakit permanen, dan tindakan tercela. Kalau ini murni keinginan saya.”

Namun Oting mengaku belum memastikan apakah akan kembali menjadi pejabat daerah atau menjalani sisa waktu hingga pensiun sekitar lima tahun lagi. “Lihat nanti saja apakah ikut lelang jabatan lagi atau tidak,” katanya.

Oting Zaenal Mutaqin Sekda Cianjur
Oting Zaenal Mutaqin dalam sebuah acara

Hingga dilakukan serah terima jabatan, Oting akan tetap menempati kantor di ruang Sekda. “Besok saya masih ngantor di kantor Sekda tapi bukan sebagai Sekda lagi. Setelah sertijab nanti baru diketahui ditempatkan di mana,”‎ kata dia.

‎Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri tersebut sejak 8 September lalu.

“Alasannya tidak tahu pasti, mungkin ingin fokus ke mengurus usahanya. ‎Karena agenda Sekda yang padat, usahanya tidak terpantau. Rentang waktu pengajuan dan keputusan memang lama.”

Menurutnya, BKPPD sudah memberitahukan kemunduran Oting dari jabatan Sekda, namun belum secara formal. “Baru secara lisan, nanti formalnya juga akan dilakukan.”  (isl)

Comments

comments