Perjalanan Panjang Penentuan Alat Kelengkapan DPRD Cianjur

0
276

CIANJUR, patas.id – Penentuan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) rampung dilaksanakan. Dengan jabatan yang baru, dewan pun diharapkan bisa bekerja maksimal dan menjadi mitra dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Sebetulnya, penetapan AKD tersebut berjalan sangat alot. Bahkan dari yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, Rapat Paripurna baru bisa dilaksanakan pada pukul 11.20 WIB. Setelah diskors selama satu jam, rapat pun dilanjutkan dengan hasil dari penempatan dewan serta pemilihan jabatan di setiap AKD.

“Kalau tadi ada keterlambatan karena penentuan yang masih diperdebatkan. Namun itu jadi hal wajar, karena ini urusannya politi‎k. Jadi dimaklumi oleh Wakil Bupati, Herman Suherman, makanya mau nunggu sampai mulai dan ikut hingga selesai,” ujar Sekretaris DPRD Kabupaten Cianjur, Cahyo Supriyo.

‎Sementara itu, mayoritas fraksi mengaku puas dengan hasil dari penetapan AKD baru tersebut. Fraksi PKS, PDI perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, hingga Gerakan Pembangunan nasional.

Ketua Fraksi Partai Hanura, ‎Ade Sobari, mengatakan, perubahan dalam tubuh komisi dan badan dari Fraksi Partai Hanura sudah sesuai porsi dan skill masing-masing anggotanya. Hanura pun akan memegang teguh komitmen dan janji sebagai anggota Dewan, dimanapun posisi saat ini.

“Ini kan penyegaran, dan saya rasa yang saat ini sudah tepat, antara anggota Dewan dengan bidang di komisinya masing-masing. Insyaallah kalau penempatannya sudah pas,” tutur dia.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Wilman Singawinata, menjamin adanya sinergitas dengan fraksi lain untuk pembangunan Cianjur.

“Kami upayakan kemitraan yang sehat. Komunikasi dengan eksekutif pun diharapkan lebih baik dan sinergis,” kata dia.

Dia menambahkan, dalam perjalanannya, rotasi di tubuh fraksi mungkin akan terjadi. Tetapi tidak mengubah struktur AKD yang telah ditetapkan saat ini.

“Kalau yang secara keseluruhan kan tidak boleh, ketentuannya 2,5 tahun sekali. Tapi tidak menutup kemungkinan ada pergantian orang dengan struktur dan jabatan yang sama,” kata dia.

Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional‎, Sahli Saidi, menuturkan, setelah melakukan berbagai pertimbangan, ada dua anggotanya yang dirotasi, yakni Cecep Syaepudin Zuhri dari Komisi II ke Komisi I dan Asep sopyan dari Komisi I ke Komisi IV.

“Melalui komitmen bersama salah seorang anggota Fraksi GPN jadi Sekretaris di Komisi I, yakni Cecep Syaepudin Zuhri. Ini sudah penilaian fraksi dan pastinya memang sudah layak, selebihnya tidak dipindah karena memang tepat di bidangnnya,” kata dia.

‎Ketua Fraksi Partai Golkar, Atep Hermawan, mengatakan, berdasarkan pandangan fraksi, penempatan dewan kali ini sudah proporsional. Meskipun ada yan gemuk, dimana di Komisi III ada banyak anggota Golkar.

“Ini dilakukan untuk memastikan visi-misi bupati dalam pembangunan susuai dengan tujuan dan harapan,” kata dia.

Atep juga mengatakan jika nama-nama yang kini menempati setiap komisi bisa saja diubah, jika partai menghendaki. “Kami tergantung partai, kalau nanti ada rotasi di tubuh fraksi‎ ya ikut saja,” kata dia.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Cecep Buldan menuturkan, Partai politik itu harus dinamis, tidak boleh kaku. Sehingga lobi politik dalam penempatan jabatan itu sah-sah saja. Hal itu juga membuktikan jika koordinasi dan komunikasi parpol di Cianjur cukup baik.

“Memang antara Golkar dan PDIP sudah ada komitmen di komisi III dan IV. Tapi ini sebagai bentuk komunikasi yang baik. Terpenting bagaimana nantinya Dewan jadi mitra pemerintah yang benar-benar bekerja maksimal,” kata dia.

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Dedi Suherli, mengaku puas, meski tak dapat posisi di komisi, namun di Badan Pembentukan Peraturan Daerah ada yang jadi ketua.

“Kami sangat puas. Ini demokrasi yang baik yang ditujukan parpol dan Dewan di Cianjur,” katanya.

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrat enggan berkomentar terkait rotasi AKD di tubuh DPRD Kabupaten Cianjur.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, ‎dengan struktur AKD yang baru, diharapkan legislatif bisa lebih bersinergi dengan eksekutif untuk pembangunan Cianjur yang lebih maju dan agamis.

“Ini kan agenda dewan, jadi eksekutif tak terlalu banyak andil. Tapi kami harap setelah adanya rotasi AKD, fungsi pengawasan bisa lebih baik untuk Cianjur ke depan,” tandasnya.(isl)

Comments

comments