Keabsahan Rapat Paripurna Dipertanyakan

0
239

CIANJUR, patas.id – Rapat paripurna dengan agenda jawaban eksekutif atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Perumdam Tirta Mukti, Kepariwistaan dan Perubahan Raperda tentang Menara Telekomunikasi hanya diduga tidak memenuhi kuota forum (kuorum). Padahal dalam tata tertib DPRD Kabupaten Cianjur, keabsahan hasil rapat paripurna harus berdasarkan kuorum, 2/3 kehadiran atau 50 plus 1.

Berdasarkan pantauan, rapat paripurna yang digelar pun hanya dihadiri satu pimpinan Dewan yang menemani Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman. Sisanya, 24 anggota hadir mengisi kursi yang telah disediakan di ruang rapat paripurna.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Andry Suryadinata, mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan dirinya, kehadiran anggota DPRD sudah memenuhi kuota. Hal itu sekaligus bisa dilanjutkan ke pansus.

“Sah. Ini memenuhi kuota. Saya cek langsung berdasarkan absensi dan kehadiran anggota. Yang hadir leih dari 28 orang,” terangnya, usai rapat paripurna, Jumat (9 November 2016) siang.

Menurut dia, selain dari kehadiran, mekanisme kuorum itu juga didasarkan pada absensi atau tanda tangan kehadiran secara tertulis.

“Di absensi ada (kuorum). Tadi ada sebagian yang keluar meninggalkan ruang rapat paripurna. Walaupun saat penetapan tidak ada, tapi tetap saja sah,” ungkapnya.(tri)

Comments

comments