Hiburan Malam di Cianjur Dibatasi Sampai 22.00 WIB

0
298

 

CIANJUR, patas.id – Satpol PP Kabupaten Cianjur berencana untuk melakukan penertiban terhadap tempat hiburan yang tak berizin dan yang beroperasi di atas 22.00 WIB, yang merujuk pada surat kesepakatan bersama (SKB) antara Pemkab Cianjur dengan unsur Muspida.

SKB tentang Pengendalian Keamanan dan Ketertiban di Lingkungan Wilayah Kabupaten Cianjur tersebut ditandatangani oleh Pemkab Cianjur, Kodim 0608, Yonif Raider 300, Polres Cianjur, Yon Armed 105/Tarik, Kejaksaan Negeri Cianjur, MUI Kabupten Cianjur, Subdenpom, dan Sub Detasemen Brimod B Polda Jabar. Sayangnya, isi Pasal 3 Poin d yang menyatakan bahwa tempat hiburan malam yang tak berizin ditutup secara permanen sedangkan tempat hiburan malam yang berizin harus menghentikan semua kegiatan setelah jam malam dimulai atau pada pukul 22.00 WIB sampai 03.00 WIB belum berjalan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, mengatakan, pihaknya membutuhkan proses untuk menertibkan jam malam khususnya pada tempat hiburan. “Tidak mungkin dalam waktu singkat, harus ada sosialisasi dan kesepakatan dari pihak pengelola tempat hiburan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Bojongmeron, Senin (31 Oktober) kemarin.

Terkait tempat hiburan tak berizin, pihaknya mengaku belum memiliki data tempat hiburan berizin dari Badan Pelayanan Perzinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Cianjur. Sementara hal itu yang nanti jadi dasar dilakukannya penertiban atau penutupan temapt hiburan
tak berizin.

“Sampai sekarang kami belum menerima laporan mana saja tempat hiburan yang berizin dan tidak, jadi bagaimana mau menertibkan?”

Jika sudah mendapat data tersebut, lanjutnya, Satpol PP siap untuk segera melakukan penertiban. “Yang penting ada datanya dulu,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Pendaftaran dan Penanganan Pengaduan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengungkapkan di Cianjur hanya ada tiga tempat hiburan atau karaoke yang memiliki izin, selain itu tidak ada.

Pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Satpol PP setelah urusan pedagang Bojongmeron ke Pasar Induk Pasirhayam (PIP) selesai. “Segera kami akan koordinasi termasuk menyerahkan datanya,” katanya singkat. (isl)

Comments

comments