Belum Mengurus Perizinan, Transportasi Online Sudah Hilir Mudik di Cianjur!

0
319

CIANJUR, patas.id – Transportasi online sudah mulai merambah ke Kabupaten Cianjur. Sayangnya, belum ada izin di Cianjur yang ditempuh oleh pengusaha transportasi online manapun, padahal berbagai layanan sudah dijalankan, armada mereka pun hilir mudik dengan bebas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, ada dua transportasi online yang mulai beroperasi di Cianjur. Salah satunya merupakan cabang dari transportasi online di Sukabumi. Layanan seperti ojek dan antar makanan pun sudah berjalan. Beberapa warga Cianjur sudah mulai menggunakan layanan transportasi online yang aplikasinya bisa diunduh melalui Google Playstore tersebut.

Namun sampai saat ini, belum ada permohonan izin atau rekomendasi, baik terkait izin aplikasi ke Dinas Komunikasi Informatika ‎Persandian dan Statistika, maupun izin operasional angkutan ke Dinas Perhubungan.

Saat ditemui di kantornya, Senin (21 Agustus 2017), Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Cianjur, ‎Suprayogi, mengatakan belum menerima pengajuan dari pengusaha transportasi online terkait penggunaan aplikasi kepada Diskominfo.

“Belum ada yang daftar satu pun. Seharusnya kalau mau jalankan aplikasi itu tempuh dulu setiap izinnya. Kalaupun itu cabang dari kota lain, tetap harus tempuh izin lagi secara normatif.”

Menurutnya, yang paling penting dalam perizinan ialah izin operasional dari Dishub dan izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Meskipun untuk aplikasi sudah keluar rekomendasinya, kalau izin operasional belum keluar ya otomatis tetap tidak bisa berjalan.” 

Hal senada diungkapkan Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Djoni Rozali, yang mengaku belum mendapatkan permohonan izin operasional transportasi online. “Belum ada, bahkan belum tahu kalau sudah beroperasional di Cianjur. Kalau informasi bakal ada sudah dapat, tapi sampai operasional, belum, ” ujarnya tegas.

‎Menurut Djoni, ‎jika layanan transportasi online itu tetap berjalan tanpa izin operasional, maka pihaknya bakal melakukan tindak tegas. Pasalnya izin tersebut juga dibuat untuk mendata jumlah armada dan layanan.

“Kalau seenaknya beroperasi, dikhawatirkan jumlah armadanya jadi membludak tanpa bisa terkendali.” 

Selain itu, keberadaan transportasi online juga dikhawatirkan menimbulkan gejolak hingga konflik dengan angkutan konvensional. Apalagi di beberapa kota, ketegangan dan konflik antara keduanya terus berlangsung.

“Kami khawatir kalau terjadi hal serupa di Cianjur. Makanya harus ada izin dan penataan, supaya tidak ada gesekan. Kalau memang sudah berjalan tanpa izin, akan segera kami tindak,” katanya. (isl)

Comments

comments