Tertipu Janji Umroh First Travel, Ai Berharap Uangnya Kembali

0
240

CIANJUR, patas.id – Ai Maesaroh (42 tahun), warga Kampung Lebaksiuk RT 02/10 Desa Selagedang Kecamatan Cibeber mengharapkan uang Rp 28 juta yang telah diserahkan untuk pergi umroh bersama suaminya kepada First Travel bisa dimilikinya kembali.

Perempuan yang berprofesi sebagai sekretaris desa tersebut telah menyetorkan pembayaran secara tunai kepada jasa travel dan pemberangkatan umroh, agar tahun ini bisa berangkat ke tanah suci.

“Uangnya sudah dibayarkan Desember 2016, janji pihak Fisrt Travel akan memberangkatkan kami pada bulan April atau Mei 2017,” ujar dia saat ditemui wartawan, Kamis (17 Agustus 2017).

Ai berkisah bahwa dirinya mengenal First Travel, agen travel yang beralamat di Jakarta itu, dari keluarganya. Pada 2016 lalu, adik ipar bersama mertuanya berangkat umroh. Hal itu membuat dia percaya untuk menggunakan jasa travel tersebut untuk turut berangkat.

“Kan sebelumnya keluarga juga berangkat, jadi percaya saja. Saya daftar di cabang First Travel kawasan Srengseng Jakarta.” 

Ternyata hingga waktu yang dijanjikan, dia dan suaminya tak kunjung berangkat. Pihak travel hanya menginformasikan bahwa keberangkatan ditunda, namun tidak jelas sampai kapan.

Setelah lama ditunggu, kabar keberangkatan ternyata tak kunjung tiba hingga beberapa hari lalu. Ketidakjelasan pengunduran itupun membuat Ai dan suaminya sepakat untuk mendatangi kantor cabang di Srengseng tersebut.

Sayangnya, kantor cabang di Srengseng dinyatakan sudah tak aktif hingga ia disarankan untuk menelusuri keberadaan kantor lain di Cimanggis Depok. Di sana pun demikian, Ai hanya terdapat Satpam yang menyarankan mereka untuk mendatangi kantor cabang yang berada di kawasan Jalan TB Simatupang.

“Tiba di sana kami kaget, karena sudah banyak orang dan ada wartawan juga yang meliput, kebanyakan meminta uang kembali. Namun saat itu pihak perusahaan meminta persyaratan administrasi yang tidak saya bawa. Saya dan suami memilih pulang sambil menunggu kabar selanjutnya.” 

Andika Surachman, Dirut First Travel.

Ai bertambah kaget setelah melihat tayangan berita di televisi dan media online bahwa ada kabar uang yang telah diserahkan untuk umroh disalahgunakan oleh pihak travel. Sebagai orang dari daerah,  dia saat ini hanya menunggu kabar dan berharap uang hasil tabungan dari hasil pekerjaannya sebagai sekretaris desa tersebut bisa kembali.

“Uang tersebut hasil kumpul-kumpul sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkumpul. Saya bayar lunas bareng suami saat itu satu orang Rp 14 juta.” 

Ai mengaku merasa tertipu oleh First Travel karena janji jadwal pemberangkatan umroh April sampai Mei sudah terlewat. Apalagi setelah mendatangi tiga cabang di Jakarta dan mendapat jawaban yang kurang memuaskan.

Ditanya ada warga Cianjur lainnya yang bernasib serupa, Ai mengaku tak mengetahui berapa jumlah warga daerah yang bernasib serupa dengan dirinya. Namun sepengetahuannya, kebanyakan calon jemaah umrah tersebut berasal dari Jakarta. “Saya tidak mengetahui apakah ada lagi dari Kabupaten Cianjur, kebanyakan memang dari daerah Jakarta,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments