Puluhan Anggota Paskibra Histeris dan Pingsan di Pagelaran

0
725

CIANJUR, patas.id – Sepuluh orang pasukan pengibar bendera dibawa ke RSUD Pagelaran lantaran pingsan setelah gagal mengibarkan sang Merah Putih dalam upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-72 di lapangan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Kamis (17 Agustus 2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula ketika upacara pengibaran bendera digelar di salah satu lapangan di Kecamatan Pagelaran yang tidak lain untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Pada awalnya, seluruh rangkaian acara berjalan lancar, hingga akhirnya waktu pengibaran bendera merah putih tiba. Setelah berdera diikatkan pada tali pengerek, pasukan pengibar pun memberikan aba-aba bahwa bendera siap untuk dikibarkan.

Namun kendala teknis terjadi. Tali pengerek pada tiang ternyata tidak berfungsi. Akibatnya, bendera tidak mau naik, sehingga akhirnya diputuskan bendera dikibarkan di bawah secara simbolis oleh anggota Paskibra Kecamatan Pagelaran.

“Mulainya normal, tidak ada yang janggal, berjalan lancar. Hanya sewaktu pengibaran, tiba-tiba tali dan katrolnya tidak berfungsi. Kebetulan saat pengibaran saya juga sedang ada di lokasi,” ujar Direktur Utama RSUD pagelaran, Neng Efa Fatimah, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurut Efa, setelah pengibaran bendera, pasukan Paskibraka yang berjumlah sekitar 40 orang tersebut menangis, tidak terkecuali yang laki-laki. Bahkan beberapa di antaranya histeris hingga pingsan.

“Tim medis dari RSUD Pagelaran langsung membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sebab selain histeris, 10 di antaranya pingsan.”

Setibanya di rumah sakit, beberapa anggota Paskirba masih juga menangis lantaran menyesal dan merasa gagal menaikkan Sang Merah Putih di hari besar peringatan kemerdekaan RI yang ke-72.

Namun, usai mendapatkan penanganan medis, kesepuluh anggota Paskibra tersebut mulai tenang kembali, meskipun sebagian masih menjalani perawatan.

“Beberapa sudah pulih dan bisa dipulangkan, tapi masih ada yang belum sadarkan diri. Kami tangani secara baik, supaya mereka bisa segera kembali pulih,” pungkas Efa. (isl)

Comments

comments