Bertambah, Anggota Paskibra Pagelaran Ada yang Kesurupan!

0
316

CIANJUR, patas.id – Anggota Paskibra di Kecamatan pagelaran yang pingsan lantaran gagal mengibarkan bendera dalam peringatan HUT RI ke-72 bertambah menjadi 12 orang. Bahkan salah satunya diketahui mengalami kesurupan.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman usai mengkonfirmasi Camat Pagelaran setelah mendapatkan informasi adanya anggota Paskirba yang histeris sampai pingsan dan dirawat di RSUD Pagelaran.

BACA: Puluhan Anggota Paskibra Histeris dan Pingsan di Pagelaran

“Awalnya memang 10 orang, setelah itu bertambah dua lagi jadi 12 orang total keseluruhan. Salah satunya kesurupan, mungkin karena beban pikiran setelah tidak bisa melaksanakan tugas dengan maksimal,” ujar Herman saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (17 Agusutus 2017).

Menurutnya, seluruh anggota Paskibra yang pingsan sudah mulai pulih dan diperbolehkan pulang, namun ada beberapa yang masih dirawat lantaran mengalami sesak nafas. “Tinggal beberapa orang yang dirawat,” ucapnya.

Herman menjelaskan, kejadian tersebut merupakan kendala nonteknis yang terjadi di luar perkiraan. Pasalnya, sehari sebelum kejadian tersebut, tepatnya saat gladi bersih, pengibaran bendera bisa dilakukan.

“Memang sebelumnya tihang bendera itu dipindahkan, agar berada tepat di tengah-tengah. tidak ada kendala meski dipindahkan, sehari sebelumnya juga normal. Saat pelaksanaan tiba-tiba tidak bisa berfungsi selayaknya. Namun setelah dicoba kembali usai upacara, pengerek bendera berfungsi lagi secara normal. Jadi masih belum jelas ini bermasalahnya dimana.” 

Menurutnya, Camat pun sudah menyampaikan permohonan maaf terhadap seluruh peserta upacara yang hadir. “Mungkin anak-anak (Paskibra Pagelaran) histeris karena merasa sedih, latihan yang panjang terganjal kejadian tersebut,” katanya.

Herman berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi semua pihak agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. “Jadi evaluasi ke depan, meskipun sehari sebelumnya lancar, harus diperiksa lagi supaya tidak ada kejadian seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Purnapaskibraka Kabupaten Cianjur, M Ridwan Hadikusumah, mengatakan bahwa adalah hal yang wajar bagi pengibar bendera merasa sangat sedih jika hal tersebut terjadi, sebab mereka sudah jauh-jauh hari melakukan latihan. Kekesalan dan kekecewaan akan dirasakan, meskipun kesalahan belum tentu ada pada para pengibar bendera.

“Pengibaran bendera itu tentu hal yang sakral, mau itu 17 Agustus ataupun pengibaran hari lainnya. Wajar kalau sangat sedih.” 

Menurutnya, ke depan perlu ada persiapan lebih matang lagi dari seluruh pihak guna mengantisipasi kendala teknis ataupun nonteknis. Pemerintah pun harus lebih memperhatikan fasilitas pengibaran secara maksimal.

“Jadikan pembelajaran semua pihak dan harus jadi perhatian agar tidak terulang. Bagi para anggota paskibra di Pagelaran, tetap semangat dan ke depan harus lebih baik lagi,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments