Hujan Deras Sepanjang Malam, 2 RT Terendam

0
238

CIANJUR, patas.id – Pemukiman penduduk di dua‎ RT di Kampung Ciharashas Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku terendam luapan air sungai yang mengalir di dekat kawasan tersebut. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, banjir akibat luapan sungai Ciharashas itu terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama beberapa jam, Selasa (6 Juni 2019) dini hari, sekitar sejak pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Tingginya volume air membuat air di sungai meluap ke pemukiman warga, tepatnya di RT 02 dan 03 RW 07 Kampung Ciharashas. Luapan air yang semula hanya setinggi beberapa sentimeter, lama kelamaan naik hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Karena hujan deras, jadinya meluap. Sekitar pukul 02.00 wib, mulai terasa meninggi. Sampai setinggi lutut saat pukul 03.00 WIB. Hujan sempat reda, tapi pemukaan air bukannya menyusut malah tetap bertambah tinggi, apalagi sewaktu diguyur hujan lagi pukul 04.00 WIB,” papar Tedi Rustandi (28 tahun) salah seorang warga.

‎MenurutTedi, sungai yang mengalir di kawasan tersebut belum pernah meluap hingga merendam pemukiman. Biasanya, meskipun hujan deras, luapan sungai paling tinggi hanya satujengkal tangan orang dewasa.

“Biasa juga naik cuma 1 jengkal, baru sekarang paling parah sampai selutut orang dewasa. Kemungkinan efek sampah yang menyumbat aliran air, sehingga ketika hujan jadi tidak normal.”

Lebih dari sepuluh rumah di dua RT terendam, bahkan warga sampai harus mengungsi ke jalan atau rumah yang berada di lokasi yang lebih tinggi. Meskipun tidak ada korban, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerugian besar, soalnya banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang elektroniknya sehingga rusak oleh banjir.”

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan ke lokasi untuk memastikan jumlah rumah yang terendam dan antisipasi kejadian serupa.

“Tim sudah ke lokasi. Dari semalam juga sudah diinformasikan untuk waspada, mengingat hujan deras cukup lama.”

Namun menurutnya, bencana yang mengancam pemukiman hanya terjadi di wilayah tersebut. Adapun laporan pergerakan tanah yang masuk beberapa hari lalu, sifatnya masih waspada, belum sampai diperlukan relokasi warga.

“Laporan hanya yang di Ciharashas. Kami mengimbau semuanya tetap waspada, sebab hujan deras diperkirakan akan terus terjadi sampai 8 Juni 2017, meskipun harusnya sudah memasuki kemarau,” ucapnya. (isl)

Comments

comments