Sanksi Jam Malam Masih Dikaji

0
229

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, mengaku bahwa pemberlakuan sanksi dalam Kesepakatan Bersama bakal dilakukan setelah adanya masukan dari warga.

Untuk diketahui, kesepakatan yang ditetapkan dan dijalankan sejak 26 September merupkan kesepahaman Pemkab Cianjur, Kodim 0608, Yonif Raider 300, Polres Cianjur, Yon Armen 105/Tarik, Kejaksaan Negeri Cianjur, MUI Kabupten Cianjur, Subdenpom, dan Sub Detasemen Brimod B Polda Jabar‎ untuk ‎untuk mewujudkan situasi tertib, aman dan tenteram yang stabil dan dinamis  serta agamis di Kabupaten Cianjur guna mendukung pembangunan di segala bidang.

‎Salah satu poin dalam SKB tersebut, mereka yang kedapatan melakukan perilaku negatif seperti minum minuman keras, atau lainnya akan diberi sanksi berupa penggundulan dan diguyur di depan Masjid Agung Cianjur untuk laki-laki dan diguyur aja bagi perempuan.

Namun menurut Irvan, implementasi aturan tersebut bakal dilakukan setelah adanya masukan dari warga, oleh karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan warga terkait batas wajar kenakalan remaja.

“Jadi kalau melebihi batas‎ wajar baru akan disanksi. Batas wajarnya itu ditentukan warga, bagaimana masukan dari warga. Ingin sampai dimana batas wajar atau meresahkannya,” kata dia, Jumat (9 Desember 2016).

Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman, mengatakan, program yang bagus tersebut akan dia dukung dalam tugas barunya di Cianjur, mulai dari aktivitas patroli dan lainnya.

“Saya baru dengar tapi itu hal yang positif dalam menekan angka kriminalitas di Cianjur.‎ Miras, geng motor, dan lainnya bisa ditekan demi Cianjur yang aman dan nyaman,” kata dia.(isl)

Comments

comments