Warnet Dilarang Menerima Siswa saat Jam Sekolah

0
199

CIANJUR, patas.id – Puluhan pengusaha warnet di Cianjur yang tergabung dalam Komunitas Warnet Cianjur (Kwaci) mengikuti sosialisasi tertib operasional warnet yang digelar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur, Rabu (7 Desember 2016).

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan, mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti implementasi 10 butir aturan lainnya  yang ada dalam Surat Edaran Bupati Cianjur nomor 555/1432/Dishubkominfo tentang tata tertib warnet.

“Dalam aturan tersebut dijelaskan warnet beroperasi mulau pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB, namun masih banyak yang melebihi jam yang ditentukan,” kata dia di sela kegiatan.

Tidak hanya itu, menurut Atte, sosialisasi itu juga untuk mendorong para pengusaha warnet agar turut serta dalam penerapan Undang-undang ITE Nomor 11 Tahun 2016, tentang transaksi dan penggunaan internet yang sehat.

“Utamanya agar tidak ada penggunaan internet yang negatif, baik menggunakan so‎sial media untuk menghujat dan lainnya,” kata dia.

Atte menambahkan, ‎pengusaha warnet juga diminta untuk melarang para siswa yang menggunakan jasa warnet saat jam sekolah.

“Kita sama-sama jaga generasi ke depan untuk menimba ilmu dulu, jangan sampai internet menjadi penghlang mereka untuk menjalankan pembelajaran formal,” kata dia.

Ketua Kwaci, Andri Rustandi‎, mengatakan, para pengusaha warnet sudah menjalankan aturan tersebut, meski beberapa di antaranya masih bukan melewati jam malam. Namun hal itu ditujkan bagi mereka yang berumur di atas 18 tahun.

“Selaku pemilik warnet tentu kami akan mengawasi. Anak-anak tidak akan dibiarkan lewat dari jam malam. Tidak hanya itu, konten negatif pun kami akan putus jika ada yang membuknya, itu sudah jadi tanggungjawab operator. Mereka (siswa) yang menggunakan jasa kami ketika jam sekolah pun‎ kami larang. Kami siap bekerjasama dengan pemerintah,” tandasnya.(isl)

Comments

comments