Mentan Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian

0
250

CIANJUR, patas.id – Menteri Pertanian, Adi Amran Sulaiman ‎menyoroti alih fungsi lahan pertanian. Pasalnya keberadaan industri atau perumahan semakin mempersempit lahan pertanian.

Saat ditemui di Pendopo Cianjur, Senin (5 Desember 2016), Adi mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan ‎tersebut terjadi hampir di setiap daerah, termasuk di Cianjur. Hal itu perlu disiasati dengan membuka lahan baru atau mengoptimalkan lahan pertanin yang ada dengan meningkatkan produksinya.

“Alih fungsi lahan sulit dibendung meski harus ditekan. ‎Tapi harus disiasati, di antaranya dengan mengoptimalkan lahan yang ada, misalnya lahan yang biasa produksi 2 kali dalam setahun bisa menjadi tiga kali, atau yang biasanya tiga kali setahun bisa jadi empat kali.”

Menurutnya, optimalisasi tersebut membuat Indonesia saat ini memiliki persediaan sebanyak 1 juta hektar lahan pertanian. Sementara di Bulog mencapai 4,8 juta ton.

“Ini cukup untuk persediaan hingga Mei, bahkan Juni 2017. Ini tidak terlepas dari peningkatan produksi, termasuk yang dilakukan di Cianjur,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dengan banyaknya kuota beras, di tahun ini Indonesia tidak perlu impor beras. Padahal tahun lalu Indoneisa masih mengimpor sebanyak 1 juta ton.

“Seharusnya impor mencapai 16 juta ton, tapi kami lakukan antisipasi dengan menekan impor. Pada akhirnya ke depan Indonesia akan terhindar dari impor, dan ditargetkan bisa ekspor,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments