Ecovillage Penting untuk Kelangsungan Hidup

0
239

CIANJUR, patas.id – Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna, menuturkan, pembentukan ecovillage atau desa berbudaya lingkungan, penting untuk keberlangsungan hidup warga Jawa Barat. Pasalnya, jika kondisi sungai khususnya Citarum dapat diperbaiki, maka kebutuhan utama manusia yaitu air bisa terpenuhi.

“Dampaknya bukan hanya warga yang tak mendapatkan air bersih, namun bencana alam yang memakan korban. Di Jawa Barat tercat tahun ini lebih dari 100 orang meninggal dunia, dan beberapa di ataranya hilang akibat bencana alam, baik longsor ataupun banjir bandang. Merusak sungai, sama saja bunuh diri dan membunuh generasi ke depan yang hidup dengan kesulitan mencari air,” kata dia kepada wartawan usai melalukan sosialisasi Citarum Lestari dan Desa Berbudaya Lingkungan di Bale Praja, Kamis (1 Desember 2016) siang.

Di samping membuat desa berbudaya lingkungan, lanjut dia, pemprov bakal membentuk sekolah berwawasan lingkungan bagi SMA/SMk sederajat di kota/kabupaten di Jawa barat.

“Targetnya 2019 sudah diwajibkan seluruhnya, supaya generasi ke depan lebih cinta terhadap lingkungan, peduli dan berbudaya,” kata dia.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, perlu ada upaya penyadaran warga untuk menjaga sungai, melalui para kepala sekolah, tokoh agama hingga pembentukan desa berbudaya lingkungan.

“Kalau sekedar penanaman dan aksi bersih-bersih itu hanya sepintas, yang paling penting itu penyadarannya. Makanya setelah ini kami akan lihat sejauh mana implementasi di lapangan oleh para kepala desa dan kepala sekolah,” kata dia.

Menurutnya, dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Cianjur 2016-2021, ditekankan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Sebelumnya agenda ini sudah kami rencanakan, bahkan dimasukan di RPJMD. Seluruh pembangunan baik puskesmas, rumah, kantor pemerintahan dan lainnya harus mengacu pada wawasan lingkungan. Di antaranya membuat taman, sumur serapan, dan lainnya,” kata dia.

Dia menegaskan, jika tak menjaga lingkungan maka akan dikenakan Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Sudah jelas sanksinya pidana dan denda. Jadi jangan main-main lagi dengan lingkungan. Kalau merusak, siap saja dipidanakan,” kata dia.(isl)

Comments

comments