Saguling Dibuka, Cihea Terendam

0
310

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 400 keluarga di Kampung Bantarcaringin Desa Cihea Kecamatan Haurwangi terancam terendam air luapan Sungai Caringin, lantaran sejak Kamis (10 November 2016) malam, ketinggian air terus bertambah.

Kaur Keuangan Desa Cihea, Ali Nurdin, mengatakan,‎ luapan air terjadi akibat dibukanya pintu air Bendungan Saguling, sebab volume air di sana tidak lagi tertampung dengan tingginya intensitas hujan.

“Kemarin (10 November) kami dapat surat dari Saguling, katanya akan ada pembukaan pintu air. Sekarang baru meluap beberapa meter, tidak tahu kalau nanti, apalagi kalau pintu air lainnya ikut dibuka,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (11 November 2016).

Menurutnya, saat ini warga di Kampung Bantarcaringin merasa khawatir air meluap dan merendam pemukiman mereka.

“Di sana ada empat RT dari satu RW. Jumlah keluarga ada 400, dan terancam terendam kalau terus meluap,” kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, belum ada rumah rusak atau korban jiwa, namun pos ronda di salah satu RT rusak tersapu arus air.

“Berdasarkan hasil assesmen sementara dari petugas kami hanya pos ronda yang rusak,” kata dia.

Menurutnya, BPBD mendatkan informasi terjadinya luapan Sungai Caringin pada pukul 23.00 Wib dan langsung menerjunkan enam orang petugas pada pukul 24.00 Wib. Menurutnya, volume air terus meninggi, bahkan telah melebihi salah satu jembatan penyebrangan.

“Ketinggian air dari batas normal sudah naik setinggi 3 meter. Dengan jangkauan dari bibir sungai puluhan meter, sebab sampai ke pos ronda. Kami akan terus pantau jika sewaktu-waktu luapan air masuk ke pemukiman warga. Kami akan segera evakuasi warga hingga pihak Saguling menyatakan menutup kembali pintu airnya,” kata dia.(isl)

Comments

comments