Semua Tempat Hiburan Malam di Cianjur Akan Ditutup

2
301
Sejumlah petugas dari BNNK Cianjur melakukan tes urine kepada puluhan pengunjung tempat hiburan di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Minggu (30 Oktober 2016) dini hari.

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana akan menutup sejumlah tempat hiburan malam (karaoke) pada Desember mendatang. Hal itu dilakukan untuk menekan praktek maksiat di kota Santri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu tempat hiburan malam di Jalan Raya Sukabumi menjadi yang pertama ditutup. Meski tak menolak, namun pihak pengelola tempat hiburan meminta pemerintah untuk
menyediakan lapangan pekerjaan bagi puluhan karyawannya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, penutupan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya penertiban tempat hiburan malam di Cianjur, tidak hanya yang tidak berizin, dan juga bagi yang telah
memiliki izin namun melebihi batas waktu operasional yang ditentukan.

“Sesuai dengan kesepakatan bersama Pemkab dengan unsur Muspida Cianjur, tempat hiburan tak berizin ditertibkan, dan tempat hiburan buka sampai pukul 22.00 Wib. Kebetulan tempat hiburan yang pada Desember nanti akan ditutup menyetujui menjadi percontohan untuk penertiban selanjutnya,” kata dia, Minggu (6 November 2016) siang.

Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan solusi untuk para pegawai tempat hiburan, tempat mereka mencari nafkah ditutup pemerintah. Tetapi tempat dan pekerjaan apa yang diberikan nantinya, Herman belum mau mengungkapkan.

“Tidak mungkin Bupati (Irvan Rivano Muchtar) dan saya menutup kalau tidak diarahkan nantinya. Sudah dipikirkan, tapi nanti seperti apanya, belum bisa diungkapkan sekarang,” kata dia.

Setelah tempat hiburan tersebut, lanjut dia, beberapa tempat hiburan lainnya akan turut ditutup dan dibina. “Yang berizin juga nantinya akan coba dikomunikasikan,” kata dia.

Herman menjelaskan, tempat hiburan erat kaitannya dengan kemaksiatan, mulai dari minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga trafficking. Sementara Pemkab, menurutnya tengah menjalankan program untuk memberantas kemaksiatan.

“Dalam poin ke tujuh program kami kan dijelaskan untuk memerangi kemansiatan dengan agenda Gerakan Anti maksiat. Makanya kami berupaya menekan aktivitasnya agar ke depan Cianjur bebas dari maksiat dan menjadi Kota yang lebih maju dan agamis,” tandasnya.(isl)

Comments

comments